BERITA.NEWS, Sinjai — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sinjai tiba-tiba berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026.
Penghentian sementara ini terjadi karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebanyak 17 SPPG di enam kecamatan terpaksa menghentikan layanan.
Enam berada di Sinjai Utara, empat di Sinjai Timur, dua di Tellulimpoe, tiga di Sinjai Selatan, serta masing-masing satu di Bulupoddo dan Borong.
“Terakhir SPPG beroperasi pada 31 Desember 2025,” kata Koordinator SPPG Sinjai, Supriadi, Rabu (7/1/2026).
Ia menegaskan operasional dihentikan karena anggaran belum dicairkan.
“Aturannya, anggaran harus cair terlebih dahulu. Tidak boleh memakai dana talangan,” tegasnya.
Namun ia menyebut proses pencairan masih berjalan dan operasi diperkirakan kembali besok sesuai jadwal.
Supriadi mengaku belum dapat menyampaikan besaran anggaran yang diterima masing-masing SPPG.
“Mohon maaf, besaran anggarannya belum bisa saya sebutkan,” ujarnya.
Orang tua siswa, Arham, mengaku anaknya sudah tidak menerima MBG sejak awal masuk sekolah tahun 2026.
“Sudah tiga hari tidak dapat MBG, jadi kami siapkan bekal dari rumah,” tuturnya, berharap program segera berjalan kembali.
Sementara itu, Tim Pengawas SPPG Sinjai, Muh Aliakbar, menyebut total penerima manfaat mencapai 39.205 orang.
Rata-rata setiap SPPG melayani sekitar 3.000 penerima, mulai dari siswa, balita, ibu hamil hingga ibu menyusui.
“Sekarang sudah 17 SPPG yang beroperasi, tiga lainnya sementara persiapan,” jelasnya sembari menunggu kepastian pencairan dana yang dinanti.

Comment