BERITA.NEWS, Parepare — Jagat media sosial di Kota Parepare mendadak heboh. Nama seorang oknum dosen Institut Teknologi Baharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare berinisial RR viral usai dituding melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi.
Isu sensitif tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan foto seorang pria yang disebut sebagai oknum dosen ITH, lengkap dengan tangkapan layar percakapan pengakuan mahasiswi yang diduga menjadi korban.
Namun, di tengah riuhnya perbincangan publik, kepolisian justru mengungkap fakta berbeda.
Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Agus Purwanto, menegaskan hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk terkait dugaan pelecehan seksual tersebut.
“Belum ada laporan yang masuk,” kata AKP Agus Purwanto saat dikonfirmasi BERITA.NEWS, Selasa (27/01/2026).
Sementara itu, pihak kampus ITH Parepare membenarkan bahwa sosok pria yang beredar di media sosial tersebut memang merupakan salah satu dosen aktif di kampus ITH.
“Iye, kalau yang ada di foto iye betul dosen ITH,” ujar Rektor ITH Parepare, Prof Ansar Suyuti.
Meski demikian, Prof Ansar menegaskan bahwa pihak kampus tidak tinggal diam dan telah menyikapi informasi yang berkembang di ruang publik.
Menurutnya, penanganan dugaan kasus tersebut akan dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
“ITH sudah menyikapi informasi yang ada. ITH juga sudah punya tim kekerasan seksual yang diketuai oleh ibu Rosmawati dan anggotanya ada mahasiswa,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Humas ITH Parepare, Surya, yang menyebut hingga saat ini belum ada laporan resmi dari mahasiswa yang mengaku sebagai korban.
“Hingga saat ini pihak institusi belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelecehan seksual sebagaimana informasi yang berkembang di beberapa media sosial,” ungkap Surya.
Meski belum menerima laporan, Surya menegaskan bahwa pihak kampus tetap memantau perkembangan isu ini secara serius dan memastikan komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman.
“ITH memandang serius setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual dan menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, bermartabat, dan berkeadilan,” tegasnya.
Surya juga menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, ITH telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang kini berfungsi sebagai satuan tugas PPKPT di tahun 2026.
Selain itu, Senat Akademik ITH telah membentuk Tim Ad Hoc guna memastikan penanganan isu tersebut berjalan sesuai ketentuan dan kode etik sivitas akademika.
Di akhir pernyataannya, pihak kampus mengimbau siapa pun yang merasa dirugikan atau menjadi korban agar tidak takut melapor.
“ITH menjamin kerahasiaan identitas dan pendampingan yang aman serta berpihak kepada korban apabila yang bersangkutan berkenan melapor,” pungkasnya.
Diketahui, dalam unggahan media sosial tersebut tertulis narasi bahwa oknum dosen ITH Parepare diduga melecehkan beberapa mahasiswi, bahkan disertai klaim adanya persoalan pribadi lain yang turut disorot publik. Hingga kini, isu tersebut masih terus menjadi perhatian masyarakat luas.

Comment