Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Sinjai, Sejumlah Rumah Warga Rusak

cuaca ekstrem

Salah Satu Rumah Warga Atapnya Terbang Dihantam Angin Kencang. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai — Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026), dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah warga.

Terdapat tiga kecamatan yang dilanda angin kencang, yakni Sinjai Borong, Tellulimpoe, dan Sinjai Selatan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material hingga puluhan juta rupiah.

Berikut data yang berhasil dihimpun Berita.News:

Di Kecamatan Sinjai Borong, angin kencang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA dan merusak atap rumah milik Juhri (50), seorang petani yang tinggal di Dusun Mattirotasi, Desa Batu Belerang.

Atap rumah korban mengalami kerusakan parah akibat terpaan angin, dengan estimasi kerugian mencapai Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Tellulimpoe. Sekitar pukul 00.30 WITA, angin kencang merusak atap rumah milik Marsuki (48), petani asal Dusun Tippulue, Desa Lembang Lohe.

Atap rumah korban terbuka akibat kuatnya angin, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp15 juta. Korban selamat dan tidak mengalami luka.

Sementara itu, di Kecamatan Sinjai Selatan, angin kencang terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Rumah milik Mappiare (46), warga Dusun Bilalang, Desa Puncak, mengalami kerusakan pada bagian atap dengan kerugian sekitar Rp1,5 juta.

Selain itu, sebuah pohon cengkeh tumbang di jalan poros Desa Puncak–Desa Palangka, Dusun Sapulambere, sehingga sempat menghambat arus lalu lintas.

Pohon tumbang tersebut juga mengenai jaringan listrik dan menimbulkan percikan api akibat korsleting.

Beruntung, tidak terjadi kebakaran. Atas inisiatif warga setempat, pohon berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali normal.

Rangkaian kejadian angin kencang ini menegaskan perlunya perhatian serius dari instansi terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, untuk penanganan warga terdampak.

Selain itu, koordinasi lintas sektor serta peningkatan edukasi dan imbauan kepada masyarakat dinilai penting guna mengantisipasi potensi bencana susulan dan meminimalisir kerugian di masa mendatang.

Comment