BERITA.NEWS, Bima – Puluhan dosen melakukan aksi demonstrasi di depan rektorat Universitas Nggusuwaru Senin, 21 Januari 2026.
Unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan karena gaji selama empat bulan dibayarkan oleh pihak kampus.
Kordinator aksi, Israfil menjelaskan aksi ini sebagai bentuk keresahan para dosen yang sampai saat ini gajinya belum dibayarkan.
Keterlambatan gaji berpengaruh terhadap kinerja para dosen yang selalu di tuntut untuk menunaikan catur darma perguruan tinggi.
“Kami menyampaikan bahwa ini adalah langkah terakhir yang ditempuh setelah alternatif lain telah di upayakan,” katanya menegaskan.
Israfil mengakui gaji tersebut belum ada kepastian hingga aksi ini. Unjuk rasa dilakukan sebagai jalan terkahir.
“Sebelumnya, kami sudah melakukan penandatanganan petisi hingga pertemuan internal tetapi tidak membuahkan hasil. Termasuk pembayaran gaji yang harus menuntut kepastian dan tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Unswa Dr. Tasrif, M.Pd menyampaikan bahwa didalam sistem kampus ini memang ada beberapa kekurangan yang sementara kita perbaiki bersama.
“Masalah yang bapak ibu dosen sampaikan adalah masalah kita semua. Kami juga ingin memperbaiki sistem yang ada. Beri kami waktu beberapa hari jika tidak mampu menyelesaikan masalah maka kami akan mundur,” tegasnya saat menanggapi aksi.
Selain masalah gaji yang belum dibayarkan, Aliansi Dosen juga menuntut beberapa hal, antara lain:
1. Penguatan Tata Kelola Keuangan Kampus yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.
2. Menghilangkan intervensi sepihak Yayasan dalam pengelolaan Kampus.
3. Mengeluarkan Keberadaan Sekretaris Badan Penyelenggaraan (Yayasan) dari lingkungan Kampus.
4. Mendesak Pembina Yayasan PIP untuk segera mengganti Pengurus Yayasan.
5. Mendesak Rektorat untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu memenuhi tuntutan para dosen.
Apabila tuntutan di atas tidak terpenuhi maka, akan ada gelombang Aksi yang lebih besar lagi.

Comment