Warga Sinjai Panjat Pohon Demi Sinyal! 9 Daerah Masih Blank Spot, Ini Curhat Pilunya

Jaringan

Salah Seorang Warga yang Sedang Mencari Akses Jaringan Seluler dan Internet. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Sinjai — Di tengah gencarnya digitalisasi, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai masih hidup tanpa akses internet seluler.

Sedikitnya sembilan titik di daerah terpencil tercatat masih mengalami blank spot, membuat warga harus menempuh cara ekstrem hanya untuk mendapatkan sinyal.

Mirisnya, di daerah tersebut warga bahkan harus berjalan ratusan meter, memanjat pohon, hingga mencari titik tertentu agar bisa terhubung ke jaringan.

“Kita harus jalan kaki keluar rumah, kadang panjat pohon, bahkan bisa sampai kilometer cari sinyal,” keluh Wahyu, pemuda Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo, Rabu (31/12/2025).

Warga Kesulitan Saat Kondisi Darurat

Situasi semakin pelik ketika terjadi keadaan darurat. Tanpa jaringan, keluarga sakit, kecelakaan, atau urusan hukum sulit mendapatkan pertolongan cepat.

Beberapa warga bahkan membuka jasa penyewaan akses internet, dengan voucher Rp2.000 per jam. Namun kapasitas jaringan masih terbatas dan jauh dari kata memadai.

Daerah yang Masih Blank Spot di Sinjai

Menurut data Dinas Kominfo Sinjai, area blank spot tersebar di sejumlah wilayah terpencil, di antaranya:

  • Bulupoddo – Desa Bulutellue (Dusun Tana Tekko, Dusun Langori/Alehanuae)
  • Sinjai Selatan – Sekitar SDN 109 Cappagalung, Gova, Kelurahan Sangiasserri; Dusun Safaere, Desa Puncak
  • Sinjai Barat – Desa Botolempanga, Dusun Ambi; Desa Gunung Perak, Tassoso

Di Desa Bulutellue sendiri terdapat 1.003 KK dengan 3.146 jiwa yang tersebar di enam dusun.

Peluang Usaha Digital Terhambat

Warga mengaku kesulitan mengembangkan usaha berbasis digital, seperti pemasaran hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan jasa desa karena jaringan tak mendukung.

Wahyu berharap agar pemerintah turun tangan mengatasi permasalahan tersebut.

“Kami butuh jaringan yang layak. Supaya usaha desa bisa berkembang.”

Pemkab Sinjai: Desa Diminta Usulkan Pengadaan Jaringan

Kepala Dinas Kominfo Sinjai, Dr. Mansyur, membenarkan masih adanya wilayah yang belum terlayani secara optimal.

Ia mendorong pemerintah desa untuk melakukan langkah konkret.

“Kami mengharapkan desa dapat mengadakan Starlink, mengusulkan akses internet melalui Bakti Kominfo, serta mengajukan pembangunan BTS ke provider jaringan,” jelasnya.

Saat ini, akses internet adalah tulang punggung ekonomi desa. Di sejumlah wilayah Sinjai, masyarakat mulai memasarkan produk mereka melalui media sosial, namun wilayah blank spot masih tertinggal dalam arus digitalisasi.

Comment