Adi Bastian, Mahasiswa Magister Manajemen Pascasarjana STIEM Bongaya
PROVINSI Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar, baik dari segi
perikanan, pariwisata, maupun ekosistem laut yang kaya. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya laut yang baik dan berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan memiliki peran sentral dalam merumuskan dan
mengimplementasikan kebijakan serta strategi untuk mengelola sumber daya laut secara
berkelanjutan.
Dengan wilayah perairan yang luas, pengelolaan sumber daya laut di Sulawesi Selatan
menghadapi berbagai tantangan, termasuk eksploitasi yang berlebihan, kerusakan ekosistem laut, dan perubahan iklim. DKP Provinsi Sulawesi Selatan telah merancang berbagai strategi untuk mengatasi permasalahan ini, namun efektivitas implementasi kebijakan dan strategi tersebut perlu dievaluasi secara terus-menerus untuk memastikan keberlanjutan sumber daya laut.
Implementasi strategi pengelolaan sumber daya laut di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi
Sulawesi Selatan memiliki tantangan besar, namun juga menunjukkan potensi besar untuk mencapai keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada peningkatan kapasitas SDM, pengawasan yang ketat, dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Implementasi strategi manajemen pengelolaan sumber daya laut di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan berfokus pada pembangunan perikanan berkelanjutan. Konsep pembangunan perikanan berkelanjutan, menurut Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF), adalah pengelolaan yang dapat menjamin keberlanjutan perikanan dengan tujuan menyeimbangkan tingkat tangkapan dengan stok ikan. Manfaat dari keberlanjutan perikanan ini tidak hanya menguntungkan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Selatan, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) untuk periode 2024–2026. Renstra ini bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) dan mengarahkan proses pembangunan di bidang kelautan dan perikanan agar lebih terarah. Dokumen Renstra ini dapat diakses melalui situs resmi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan.
Secara keseluruhan, implementasi strategi manajemen pengelolaan sumber daya laut di Sulawesi Selatan melibatkan perencanaan yang matang, penelitian yang mendalam, dan komitmen untuk mencapai keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan.
Implementasi strategi manajemen pengelolaan sumber daya laut di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan ekosistem laut dan memaksimalkan manfaat sumber daya laut bagi masyarakat. Beberapa aspek yang terlibat dalam implementasi tersebut meliputi:
1. Penyusunan Rencana Strategis (Renstra): Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi
Selatan menyusun Rencana Strategis untuk periode 2024–2026. Rencana ini mencakup
strategi untuk meningkatkan pengelolaan perikanan dan kelautan yang berkelanjutan,
dengan fokus pada pengendalian pemanfaatan sumber daya alam agar tetap terjaga
keseimbangan ekosistemnya.
2. Pengelolaan Sumber Daya Laut Berkelanjutan: Salah satu tujuan penting adalah
pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis ekosistem,
yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan laut. Program-program ini sering kali
melibatkan pemantauan populasi ikan, perlindungan habitat penting (seperti terumbu
karang), dan pengelolaan zona perlindungan laut.
3. Pemberdayaan Masyarakat Pesisir: Pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi bagian
penting dari implementasi ini. Dinas Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan
masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memberikan pelatihan
budidaya perikanan yang ramah lingkungan, serta penguatan kapasitas mereka dalam hal
konservasi laut.
4. Penegakan Hukum dan Pemantauan: Pemantauan dan penegakan hukum terhadap
aktivitas ilegal seperti penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) juga menjadi bagian
dari strategi. Dinas Kelautan dan Perikanan menggunakan berbagai alat pemantauan, seperti
patroli laut dan teknologi berbasis satelit untuk memastikan bahwa sumber daya laut
dikelola secara sah dan bertanggung jawab.
5. Kerjasama dengan Pihak Terkait: Strategi ini juga melibatkan kerjasama dengan berbagai
pihak terkait seperti kementerian terkait, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta sektor
swasta untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih efektif dan efisien.
6. Pendidikan dan Sosialisasi: Sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan laut yang
berkelanjutan dilakukan melalui program pendidikan kepada masyarakat, khususnya yang
tinggal di daerah pesisir, serta kepada pelaku usaha perikanan.
Implementasi strategi ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sumber daya laut Sulawesi
Selatan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, dan berkontribusi pada perekonomian daerah melalui sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan

Comment