BERITA.NEWS, Bulukumba – Bangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Imam Bukhori Yayasan Al Irsyad Bulukumba diresmikan.
Bangunan tersebut dibangun di 2023 lalu, lewat bantuan dana hibah melalui Pemerintah Jepang dengan anggaran Rp1,2 miliar.
Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf didaulat untuk meresmikan bangunan MI Imam Bukhori disaksikan Sekretaris Kedutaan Jepang Omichi Takuma.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Irsyad Bulukumba, La Ode Hardiman berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak terlibat.
Terutama kata La Ode Pemerintah Jepang dalam kontribusinya membantu pembangunan gedung MI Imam Bukhori.
Disebutkan La Ode, dengan anggaran Rp1,2 Miliar ini, pihaknya dapat membangun 6 ruangan, 2 Kamar mandi.
Kemudian 4 ruangan dijadikan ruang kelas, 1 ruangan dijadikan Kantor dan ruang perpustakaan yang semua ruangan lengkap dengan mobiliernya.
“Apa yang dilakukan pemerintah Jepang saat ini, merupakan langkah kongkret untuk memajukan pendidikan di Bulukumba,” ungkapnya.
Dengan adanya bantuan ruang baru buat siswa, La Ode mengatakan minat dan semangat belajar siswa semakin tinggi.
“Itu terbukti dengan bertambah jumlah siswa yang saat ini yang berjumlah 153 orang,” ujarnya.
La Ode membeberkan bahwa bangunan tersebut menggunakan kontruksi cakar, dimana bangunan tersebut sesuai standar Jepang yakni anti gempa.
Sekretaris Kedutaan Jepang Untuk Indonesia Omihci Takuma mengaku dari Jakarta datang langsung ke Bulukumba untuk meresmikan bangunan sekolah.
Pemerintah Jepang tergerak untuk membantu pembangunan sekolah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bulukumba.
Pihaknya memilih MI Imam Bukhori Bulukumba yang terletak di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang.
Menurutnya, tempat itu salah satu daerah dengan pendapatan per kapita terendah di Bulukumba dengan sekitar 85 persen dari seluruh siswa.
Siswa di sekolah (MI Imam Bukhori) tersebut berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.
Sebagai satu-satunya sekolah dasar Islam di desa tersebut. Sekolah dasar ini telah menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari daerah tersebut sejak tahun 2017.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peminat dari sekolah tersebut meningkat, sementara hanya ada dua ruang kelas yang tersedia.
Dua ruang kelas yang tersedia hanya untuk sekitar 70 anak di empat kelas. 1 ruangan dibagi menjadi dua kelas didalamnya.
Sehingga jika tidak ada ruangan baru, maka setengah dari sekitar 40 pendaftar setiap tahun tidak dapat diterima.
Selain itu, sekolah ini tidak memiliki perpustakaan, ruang staf, serta hanya dua toilet yang digunakan bersama dengan taman kanak-kanak.
Untuk memperbaiki situasi tersebut, Pemerintah Jepang mendukung Yayasan Al Irsyad Bulukumba melalui proyek dana hibah.
Dana hibah itu digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru, ruang staf, perpustakaan, dua toilet, serta peralatan dan perlengkapan sekolah.
Sebagai hasilnya, lingkungan pendidikan dapat ditingkatkan menjadi lebih nyaman, yang mengarah pada peningkatan jumlah siswa.
Jumlah siswa semula sebanyak 69 siswa, setelah adanya dukungan meningkat menjadi 153 siswa, atau sekitar 2,2 kali lipat.
Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf yang hadir dalam kegiatan tersebut berterimakasih pada pemerintah Jepang yang telah mendukung peningkatan pendidikan di Bulukumba.
“Atas nama pemerintah saya bangga dan mengapresiasi cara dan upaya dilakukan yayasan untuk menjemput program diluar sana, terima kasih pemerintah Jepang atas bantuannya kepada dunia pendidikan di Bulukumba,” ucap Edy Manaf.
Penulis: Syarif
Comment