1 Dekade Stadion Barombong, Plt Gubernur: Kendala Status Lahan

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat paripurna dewan (BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS,Makassar– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kembali menyinggung soal nasib Stadion Barombong yang tidak kunjung dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam rapat paripurna dewan.

Hal itu dikatakan Plt Gubernur Andi Sudirman saat menjawab beberapa pertanyaan atau pandangan Fraksi dalam Rapat Paripurna dewan yang berlangsung hari ini di lantai 3 Kantor DPRD Sulsel. Senin (22/11/2021).

Andi Sudirman mengatakan keberadaan Stadion Barombong memang menjadi masalah, terutama soal lahan. Apalagi sejak peralihan pemerintahan Gubernur Syahrul Yasin Limpo – Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang ke Prof Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga :  Ruas Batas Gowa-Tondong Sinjai Longsor, Plt Gubernur: PUTR Segera Selesaikan

“Realisasi konstruksi fisik Stadion 42,63 persen dari total ded yg direncanakan. Kendala yang dihadapi Status lahan yang sepenuhnya belum dibawa pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meskipun sudah dilakukan MoU penandatanganan perjanjian dengan pemilik lahan terkait Status penyerahan lahan ke Pemprov sulsel,” ucapnya.

Jika melihat masalah yang berlarut-larut tersebut, Stadion Barombong sepertinya hanya akan jadi bangunan mangkrak. Anggaran ratusan miliar yang sudah digelontorkan sejak 2011 awal pembangunan sampai 2018 akan sia-sia.

Hampir 1 dekade atau 10 tahun Stadion Barombong berdiri hingga 2021. Bangunan fisik sudah terlihat jelas layaknya Stadion megah. Hanya saja niat dan upaya serius pemerintah belum nampak, mencari solusi tuntaskan mega Proyek tersebut.

Baca Juga :  Makin Siap, Pekan Raya Jurnalistik dan Milad Ke-16 Siap Meriahkan Mall Nipa

Data terakhir LPSE Pemprov Sulsel lelang tender terkait Stadion Barombong tercatat tahun 2018 mengenai pekerjaan konstruksi fisik dengan nilai kontrak Rp 62.165 Miliar oleh PT Usaha Subur Sejahtera dan pengawasan pekerjaan konstruksi nilai kontrak Rp 693 juta oleh CV Duta Konstruksi.

Andi Khaerul