Alasan Faktor Pendidikan, Dinkes Sulsel Sebut Vaksinasi Daerah Rendah Dibanding Kota

Plt Kadinkes Sulsel Arman Bausat (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Arman Bausat menyebut faktor tingkat pendidikan jadi salah satu alasan rendahnya capaian vaksinasi di daerah, khusunya di Desa-desa. Senin (1/11/2021).

Hal itu dikatakan, Arman Bausat saat kepada awak media saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Akui capaian vaksinasi di Sulsel masih jauh dari target yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 7.058.141 orang.

“Sangat sulit di jangkau coba ke kabupaten tidak ada lagi yang pakai masker. Ini yang sangat sulit. Jadi sasaran yang kita capai sekarang ini umumnya itu yang dikota, provinsi, Makassar. Coba kalau mau keluar baru setengah mati lagi, tapi itulah
cakupan vaksinasi tergantung penerimaan masyarakat vaksin ini bermanfaat atau tidak kan edukasi sudah kita jalankan,” ucapnya.

Arman yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Khusus Daesung (RSKD) Dadi Makassar itu mengatakan salah satu penyebab antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi adalah tingkat pendidikan. Apalagi di daerah pelosok.

Baca Juga :  Plt Gubernur Sulsel Terima Laporan ASN Penerima Bansos, Minta Segera Verifikasi

“Tingkat pendidikan juga mempengaruhi makanya dikota lebih tinggi, pemahaman penerimanya lebih tinggi dibandingkan di kampung. Otomatis pasti harus ada upaya-upaya yang pendidikan rendah bisa menerima mungkin perlu diberikan inovasi yang tambahan untuk mengejar target kan begitu,” sebutnya.

Menurut Arman, pada dasar pemerintah di daerah juga sangat berkeinginan capaian vaksinasi bisa tinggi. Hanya saja, adanya beberapa faktor yang jadi penghambat. Sehingga butuh upaya dan pendekatan lebih ekstra lagi.

“Bukan daerah tidak mau, tentu daerah juga mau capaian vaksinasi nya tinggi. Sudah berbagi upaya dilakukan. Sudah dikasi target, contoh sekarang Jeneponto satu desa ditargetkan minimal seribu tapikan susah kasihan setiap turun Vaksinator nya bilang setengah mati,” jelasnya.

“Okelah dimaklumi lah karena mereka anggap tidak ada Covid. Tapi disatu sisi kita sudah dikasi target pemerintah pusat kasi 7 juta. Nah sementara 50-60 persen itu berada pinggir-pinggir,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Daerah Terbaik Economic Recovery di Indonesia Award 2021

Adapun capaian 10 daerah vaksin terendah per tanggal 25 Oktober untuk Tahap 1, Jeneponto 17,31 persen, Bulukumba 22,37 persen, Sinjai 24,50 persen, Bone 24,54 persen, Sidrap 25,40 persen, Luwu Utara 25,98 persen, Gowa 26,82 persen, Takalar 27,80 persen, Wajo 28,25 persen dan Bantaeng 29,51 persen.

Selanjutnya, Vaksinasi Tahap II Jeneponto 7,55 persen, Luwu Utara 12,95 persen, Bulukumba 13,12 persen, Sinjai 13,99 persen, Gowa 15,64 persen, Wajo 16,25 persen, Bone 16,55 persen, Takalar 16,81 persen, Sidrap 17,94 persen, Bantaeng 18,12

 

Andi Khaerul