DKI Jakarta Larang Ziarah Kubur hingga 5 Juli

Warga melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Senin (25/5/2020). Tradisi ziarah kubur pada Hari Raya Idul Fitri masih dilakukan warga meskipun sudah ada imbauan untuk tidak berkerumun sesuai aturan PSBB yang masih diberlakukan di Provinsi DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

BERITA.NEWS, Jakarta – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur melarang ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah tersebut hingga 5 Juli 2021.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Christian Tamora Hutagalung menjelaskan, larangan ziarah tersebut sesuai dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Sesuai dengan arahan Kadis sebagai turunan SK Gubernur maka aktivitas ziarah di TPU selama PPKM ditiadakan sampai waktu yang ditentukan,” kata Christian saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Baca Juga :  BNPB Lakukan Pendampingan-Pemantauan Posko PPKM Jabodetabek

Christian menambahkan, pelarangan ziarah kubur juga dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 akibat kerumunan peziarah mengingat angka positif COVID-19 di Jakarta mengalami peningkatan.

Dia mengatakan, selama periode larangan ziarah kubur tersebut pengelola TPU di wilayah Jakarta Timur hanya melayani pemakaman dan perawatan makam.

Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) di masing-masing TPU dibantu Satpol PP, TNI-Polri dari Satgas COVID-19 akan mengamankan pemberlakuan larangan ziarah.

Baca Juga :  Anies Kunjungi Harimau di Ragunan yang Sempat Terpapar COVID-19

Dia mengatakan bahwa periode larangan ziarah tersebut bisa saja diperpanjang tergantung situasi penyebaran COVID-19 di Jakarta. “Semua melihat kondisi yang berkembang,” kata Christian.

  • ANTARA