Data Covid-19 Hari Ini: Positif Bertambah 6.130, Sembuh 5.494, Meninggal 179

Data harian kasus COVID-19 di Indonesia. (ANTARA/HO/Satgas COVID-19)

BERITA.NEWS, Jakarta – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan pasien yang terkonfirmasi positif pada 8 Mei 2021 bertambah 6.130 kasus, sementara angka kesembuhan bertambah 5.494 orang.

Data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/5/2021), juga memperlihatkan adanya tambahan 179 orang meninggal dunia.

Dengan tambahan itu, maka sejak Maret 2020 telah terakumulasi 1.709.762 orang COVID-19 di Indonesia, dengan 1.563.917 orang di antaranya telah sembuh dan 46.842 orang meninggal dunia.

Satgas mencatat bahwa saat ini terdapat 99.003 kasus aktif atau pasien yang sedang menjalani perawatan dan isolasi karena terkonfirmasi COVID-19. Selain itu terdapat pula 86.552 orang yang masuk dalam kategori suspect, sementara spesimen yang diuji 74.547.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19, provinsi yang melaporkan konfirmasi kasus baru terbanyak pada Sabtu (8/5) adalah Jawa Barat 2.209 orang, DKI Jakarta 732 orang, Riau 653 orang, dan Sumatera Barat 300 orang.

Baca Juga :  Erick Thohir: Stok Obat Antiviral Penanganan Covid Tersedia dan Aman

Kendati Jawa Barat menyumbang angka terbanyak, tetapi angka kesembuhan juga tinggi mencapai 1.984 orang, disusul DKI Jakarta 584 orang, Jawa Tengah 404 orang dan Sumatera Selatan 313.

Angka kematian terbanyak terjadi di Jawa Tengah 54 orang, DKI Jakarta 26 orang, Jawa Timur 19 orang dan Sumatera Selatan 10 orang.

Secara akumulasi sejak pandemi masuk ke Indonesia pada Maret, kasus positif terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 414.838 pasien, Jawa Barat 291.030 pasien, dan Jawa Tengah 187.073 pasien.

Baca Juga :  LIPI Temukan Varian Delta di Karawang

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan masuknya varian virus yang menyebabkan pandemi dari luar negeri telah menyebar di berbagai daerah.

Adanya temuan itu disikapi pemerintah dengan meningkatkan upaya penanganan hingga mengeluarkan kebijakan pengetatan mobilitas pelaku perjalanan, baik di dalam negeri dan dari luar negeri.

“Jika mutasi virus dibiarkan, maka akan semakin banyak varian COVID-19 yang muncul dan berpotensi berdampak buruk dalam upaya pengendalian COVID-19,” kata dia.

  • ANTARA