Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Pria Bersenjata Bunuh 2 Perempuan Hakim MA di Afghanistan

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Kabul – Orang-orang bersenjata tak dikenal membunuh dua perempuan hakim dari Mahkamah Agung Afghanistan pada Minggu (17/1) pagi, kata polisi.

Insiden itu menambah gelombang pembunuhan di Kabul dan kota-kota lain sementara perwakilan pemerintah dan Taliban telah mengadakan pembicaraan damai di Qatar.

Kedua hakim, yang belum disebutkan namanya, tewas dan sopir mereka terluka, dalam serangan sekitar pukul 08.30, kata polisi, seraya menambahkan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki oleh pasukan keamanan.

Seorang juru bicara Taliban mengatakan para pejuangnya tidak terlibat.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan terhadap warga sipil oleh Taliban dan kelompok militan lainnya.

Ghani mengatakan “teror, horor, dan kejahatan” bukanlah solusi untuk masalah Afghanistan dan memohon kepada Taliban untuk menerima “gencatan senjata permanen”. Pejabat pemerintah, jurnalis, dan aktivis telah menjadi sasaran dalam beberapa bulan terakhir, memicu ketakutan terutama di ibu kota Kabul.

Taliban membantah terlibat dalam beberapa serangan itu, tetapi mengatakan para pejuangnya akan terus “melenyapkan” tokoh-tokoh penting pemerintah, meskipun bukan wartawan atau anggota masyarakat sipil.

Meningkatnya kekerasan telah memperumit pembicaraan damai yang ditengahi AS yang terjadi di Doha ketika Washington menarik pasukan.

Sumber di kedua belah pihak mengatakan negosiasi hanya mungkin membuat kemajuan substantif setelah Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat dan mengumumkan kebijakan terkait Afghanistan.

Jumlah pasukan AS di Afghanistan telah dikurangi menjadi 2.500, level terendah pasukan Amerika di sana sejak 2001, menurut Pentagon pada Jumat.

  • Reuters/ANTARA
Comments

Baca Lainnya

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Gubernur Andalan Hadiri Undangan Jamuan Makan Malam di Istana Presiden Singapura

2 Agustus 2022 - 13:21 WITA

Andalan dan Menteri Singapura Desmond Lee Bahas Potensi Kerjasama

1 Agustus 2022 - 15:48 WITA

Trending di Internasional