Alasan Koordinasi OPD-nya Buruk, NA Ingin Pindahkan Kantor Gubernur di Twin Tower

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) membeberkan alasan pembangunan twin tower, yaitu untuk memperkuat koordinasi jajaran Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini dinilai masih buruk di masa pemerintahan dirinya bersama Andi Sudirman Sulaiman.

NA mengatakan kantor Gubernur yang ada di Jalan Urip Sumoharjo tidak bisa menampung semua OPD Pemprov yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Asisten, Biro, Badan, Dinas, Sekretariat Dewan serta kantor UPT yang jumlahnya capai 50-an lebih.

“Sulsel kita bisa lihat betapa banyak OPD yang berkantor di tempat yang berbeda-beda. Jadi sistem koordinasi kita itu sangat buruk. Dengan kita bangun twin tower kita menyatu di situ semua baik eksekutif maupun legislatif,” ucapnya.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Tantang Perseroda Hasilkan PAD dari Aset-aset Pemprov

Lebih lanjut dikatakan, proyek twin tower atau menara kembar yang dibangun di lahan Center Poin of Indonesia (CPI) juga akan diberikan kantor khusus kepala daerah di 24 kabupaten dan kota.

“Termasuk para bupati, walikota itu akan ada tempat. Jadi sistem koordinasi kita lebih enak,” paparnya di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur.

Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar koordinasi yang baik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terjalin dalam menjalankan sistem pemerintahan.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Pastikan Masjid 99 Kubah Bisa Dipakai Ramadhan Tahun Depan

“Ini bisnis to bisnis, kenapa twin tower ini kita akan bangun karena di setiap kesempatan Bapak Presiden terus memberikan arahan kepada kita, sinergi, sinergi, bangun kolaborasi dan bekerja terintegrasi,” pungkas NA.

  • ANDI KHAERUL