Jadi Narasumber Simposium Virtual Unhas, Wagub Paparkan Kesiapan Pemprov Hadapi Covid-19

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

BERITA.NEWS, Makassar – Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kembali berkantor di Kantor Gubernur Perwakilan Kabupaten Tana Toraja. Wagub mengikuti Simposium Nasional Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Kemiskinan secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Simposium ini dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin, dengan tema “Mengokohkan Peran Unhas Sebagai Humaniversity dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”. Simposium dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Dikesempatan itu, Wagub Sulsel menjadi salah satu narasumber dengan membawakan topik “Kesiapan Pemerintah Sulsel Menghadapi Pandemi Covid-19”.

“Kami bersama bapak Gubernur selalu berkomitmen untuk menjamin dalam menghadapi dan pencegahan Covid-19, serta dalam beradaptasi kebiasaan baru,” ujarnya.

Dirinya menyebut, bahwa pandemi covid-19 ini mulai muncul di Sulsel pada bulan Maret lalu. Awal masuknya Pemprov Sulsel bergerak cepat. Melakukan konsolidasi lintas instansi, pembentukan Gugus Tugas serta melakukan kebijakan refocusing (realokasi) anggaran.

Baca Juga :  Naikkan Insentif Guru Honorer, Kadisdik Sulsel: Mudah-mudahan Masuk di APBD Pokok 2021

“Kami (Pemprov Sulsel) mengambil langkah membuka isolasi di Makassar, dengan memberdayakan hotel. Melalui program wisata covid-19 yang dipusatkan di Kota Makassar. Dengan merujuk ODP yang bersentuhan (kontak) positif, jika RS daerah tidak cukup memadai atau tidak bisa menangani pasien Covid-19, maka dirujuk ke Wisata Covid-19,” jelasnya.

Ia mengakui, bahwa saat ini rumah sakit yang menangani Covid-19 mulai menurun. Angka reproduksi (rt) di Sulsel pun sudah mulai memperlihatkan angka dibawah 1.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Gelar Peletakan Batu Pertama 50 Huntap Banjir Lutra Tahap Pertama

“Alhamdulillah. Kami harap kosong (pasien covid-19). Dan tidak ada lagi pasien,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Andi Sudirman Pemprov Sulsel saat ini massif untuk tes swab, terlebih sudah ada beberapa laboratorium PCR. Bahkan Pemprov kini memiliki mobil PCR tes.

“Melibatkan 700 tenaga surveilans kesehatan terlatih dalam penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak; 100 tenaga relawan dalam membantu PE dan pelacakan kontak di wilayah Kota Makassar; kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin dalam penyiapan tenaga relawan pelacak kontak,” tuturnya.

. ANDI KHAERUL

loading...