Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Tolak Tambang Pasir Laut, Masyarakat Pulau 2 Hari Bertahan di Depan Kantor Gubernur

badge-check

					Massa dari warga pulau yang menolak tambang pasir bertahan di depan Kantor Gubernur. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul) Perbesar

Massa dari warga pulau yang menolak tambang pasir bertahan di depan Kantor Gubernur. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Massa aksi tolak tambang pasir laut enggan meninggalkan kantor Gubernur Sulsel sebelum Pemprov memberikan kejelasan pencabutan izin penambang PT Royal Boskalis. Hingga Jumat (14/8/2020), mereka masih bertahan.

Dua hari sudah massa aksi yang bertahan di depan pintu masuk kantor Gubernur. Mereka didominasi emak-emak nelayan pulau Kodingareng dan Sangkarrang. Bahkan banyak diantaranya membawa anak-anak.

Kedatangan masyarakat pulau tersebut mulai menyeberang dan tiba depan kantor Gubernur sejak Kamis (13/8) pagi kemarin, hingga malam tadi mereka masih bertahan. Mereka terpaksa tidur beralaskan kardus dan karpet tipis menunggu kedatangan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Dari pantauan BERITA.NEWS, hingga siang ini mereka masih tetap bertahan di depan kantor gubernur. Tuntutan mereka tetap, yaitu agar izin tambang pasir laut yang dikelola PT Royal Boskalis segera dicabut dan hilangkan aktivitas pengerukan pasir di sekitar area Pulau Kodingareng.

Baca Juga :  UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

Pihak Pemprov dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat menawarkan agar masyarakat bisa bekerjasama terkait penanganan tambang pasir tersebut. Namun, langsung dimentahkan dan ditolak sebelum izin tambang dicabut.

“Kerjasama yang kami mau adalah sudah pernah kita dapat dengan pihak Makassar New Port, PT Boskalis mereka bersedia bantu masyarakat Sangkarrang Kodingareng, ekonomi masyarakat di Sangkarrang,” jelas Kepala Dinas DLH Andi Hasdullah.

Namun, massa aksi bersikeras agar pemerintah mencabut izin tambang pasir tersebut. “Kami tidak mau bantuan, kami tidak butuh, kami ingin segera izin tambang dicabut,” teriak massa aksi.

. ANDI KHAERUL

Comments

Baca Lainnya

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, Sekda Sulsel Desak Aparat Tindak Tegas

7 April 2026 - 07:02 WITA

Pemprov Sulsel Imbau Stop Panic Buying BBM: Tidak Ada Kenaikan Harga, Stok Aman

31 Maret 2026 - 17:10 WITA

Ruas Jalan Burung-Burung – Bili-Bili 6,95 Km Ditarget Rampung Total Mei 2026

31 Maret 2026 - 12:03 WITA

Sulsel Jadi Pelopor Nasional Pelatihan Komcad ASN dan Kepala Desa Angkatan Pertama

30 Maret 2026 - 15:10 WITA

Trending di Pemprov Sulsel