Ketua Tim 9 Cyrillus Kerong (berkacamata); jubir Bamsoet, Viktus Murin; anggota Tim 9: Fransiskus Roi, Mahadi Nasution, Sultan Zulkarnain, Eddy Lanitaman, Gaudens Wodar; serta Pengurus Pleno DPP M Syamsul Rizal. (Kadek Melda L/detikcom)

BERITA.NEWS, Jakarta – Kader Golkar pendukung Bambang Soesatyo terus bermanuver menjelang Munas Golkar. Terbaru, mereka mengancam akan membuat Munas Golkar tandingan.

“Apabila tahapan prosedur dan materi substansi penyelenggaraan bertentangan dan atau menabrak ketentuan AD/ART Partai Golkar, maka kami menegaskan kembali kesiapan untuk melaksanakan Munas yang sesuai dengan AD/ART Partai Golkar,” kata Tim Penggalangan Opini dan Media Bamsoet atau Tim 9, Victus Munir, kepada wartawan dalam jumpa pers di Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Pendukung Bamsoet menuntut Airlangga wajib memperoleh izin tertulis dari Presiden untuk maju menjadi calon Ketum Golkar. Lalu Tim 9 mempersoalkan rangkap jabatan Airlangga sebagai Ketum Golkar dan Menko Perekonomian. Mereka mengungkit Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Untuk diketahui, pada 2010, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan atau uji materiil UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara terkait rangkap jabatan yang diajukan oleh anggota DPR dari Komisi I, Lily Chadidjah Wahid. Dalam putusannya, MK membolehkan menteri merangkap jabatan ketum parpol.

Kembali kepada pernyataan Tim 9, Ketua Tim 9 Cyrillus Kerong menyatakan siap menggelar Munas yang sesuai dengan AD/ART. Dia enggan menyebut Munas yang dipersiapkannya ini sebagai Munas tandingan.

“Yang mengatakan Munas tandingan rekan-rekan pers ya, kami tidak mengatakan Munas tandingan. Jadi Munas kami sama dengan Munas yang ada. Cuma kami sesuai dengan AD ART,” ujarnya, seperti dikutip dari Detikcom.

Munas Golkar akan digelar pada 3-5 Desember di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Presiden Jokowi akan membuka Munas Golkar, sementara penutupan akan dihadiri oleh Wapres Ma’ruf Amin.

Calon Ketum Golkar petahana, Airlangga Hartarto, menyatakan telah mengantongi dukungan dari 90 persen pemilik suara di Munas. Airlangga optimistis akan terpilih kembali menjadi calon Ketum Golkar.

DPP Golkar menanggapi dingin ancaman Munas tandingan ini. DPP Golkar yakin pengurus Golkar daerah tak mudah dimobilisasi.