Pengusaha Kayu Asal Bantaeng Ini Sukses karena Banyak Berbagi ke Sesama

Situasi tempat usaha kayu milik Syamsuddin. (Saharuddin/BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS, Bantaeng – Seorang Pemuda dengan perawakan tegap dan dengan memakai pakaian yang sangat sederhana berjalan dengan santai sambil memanggul sebatang kayu yang cukup lumayan besarnya.

Pemuda itu bernama Syamsuddin yang kerap disapa dengan sebutan pak Syam. Dia seorang pengusaha kayu sukses namum tetap hidup sederhana.

Saat disambangi di kediamannya di Kampung Pocci Buttayya, Dusun Bungloe, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng dirinya mengaku kalau apa yang diraihnya saat ini semata-mata hanyalah cobaan dari Allah SWT.

“Cobaan yang paling berat menurut saya adalah ketika Allah mengamanahkan kita harta kekayaan,” ucapnya, Jumat (11/10/2019).

Syamsuddin

Pemuda yang baru berusia sekitar 30 tahunan ini menjelaskan kalau harta kekayaan itu hanyalah titipan, dan titipan harya inilah salah satu yang terberat dalam menjaganya.

“Diberikan harta kekayaan oleh Ilahi itu sebuah titipan, apakah kita mampu atau bisa berbagi dengan sesama atau tidak?” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Dilaporkan Hilang, Balita di Luwu Timur Ditemukan Tewas di Sungai Angkona

Diapun menceritakan kisah perjalanan hidupnya yang dimulai dari tidak memiliki apa-apa sama sekali, termasuk belaian seorang ibu yang meninggalkannya menghadap Sang Kholid ketika usianya masih belia.

Di usianya yang masih kanak-kanak kala itu Syam sudah harus terpaksa  mencari uang jajan dari hasil keringatnya sendiri. Sampai pada akhirnya di usia remaja dia sudah mampu membeli sebuah alat atau mesin pemotong dan penebang kayu.

Dari sinilah awal usahanya dimulai. Dengan usaha yang giat dan tanpa kenal menyerah serta keyakinan bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya, akhirnya dalam kurun waktu 10 tahun usaha yang digelutinya membuahkan hasil. Kini telah berdiri sebuah usaha dagang (UD) miliknya yang dia beri nama UD Pocci Butaiyya

“Saya hanya bermodalkan kepercayaan, kejujuran dan yang paing penting keikhlasan serta selalu berbagi ke sasama dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Jemput Paksa Jenazah COVID-19 di RSUD Kota Mataram, Dibawa Gunakan Taksi

Apa yang telah dimilikinya saat ini tidak membuat pemuda Bungloe ini sombong dan lupa diri. Malah membuatnya makin banyak berbagi ke sesama.

“Nakke yakinga pak punna anjo dalleka battui riparanta rupatau (artinya: saya yakin pak, bahwa rejeki hadir dan datang melalui sesama),” katanya dalam bahasa khas Makassar.

Menurutnya, selama ini dirinya berusaha mencari rejeki halal itu bukan hanya untuk dirinya atau keluarganya akan tetapi dia peruntukkan pula untuk orang lain.

Dia berprinsip “Manna si’di punna hallalaji pak pasti Barakka’ji” (biar rejeki yang kita dapat itu sedikit tapi halal, pasti itu berberkah).

. Saharuddin

loading...