BERITA.NEWS, Sinjai — Tangis haru menyelimuti Dusun Jahung-Jahung, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (4/6/2026). Di tengah puing-puing rumah yang luluh lantak diterjang tanah longsor, secercah harapan akhirnya datang.
Musibah itu terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Sinjai sejak Rabu malam. Tanah yang tak lagi mampu menahan beban air mendadak bergerak, menghantam dan merobohkan rumah milik Puang Abe hingga mengalami kerusakan berat.

Di saat duka masih menyelimuti, kepedulian pun hadir. Polres Sinjai melalui Satuan Samapta turun langsung menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban.
Kehadiran aparat bukan hanya membawa sembako, tetapi juga menguatkan hati yang tengah dilanda kesedihan. Suasana penyaluran bantuan berlangsung penuh empati.
Personel Polres Sinjai tampak berbaur dengan warga, didampingi Koramil Sinjai Timur, Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Timur, serta Babinsa. Kebersamaan itu menjadi bukti nyata sinergi dalam membantu masyarakat yang sedang tertimpa bencana.
Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman melalui Kasat Samapta AKP Herman menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus bantuan. Mungkin tidak seberapa, tapi kami berharap ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban korban,” ujar AKP Herman dengan nada penuh empati.
Lebih dari sekadar bantuan, kehadiran aparat di lokasi bencana menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi musibah.
Polri, kata dia, akan selalu hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Kapolres Sinjai juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem yang masih melanda berpotensi memicu bencana susulan, terutama tanah longsor dan banjir.
“Masyarakat di daerah rawan agar tetap waspada. Jika ada tanda-tanda bencana, segera lakukan antisipasi dan laporkan ke aparat agar cepat ditangani,” pesannya.
Di balik reruntuhan dan kesedihan, bantuan yang datang menjadi simbol bahwa harapan belum sepenuhnya hilang. Di Dusun Jahung-Jahung, kebersamaan dan kepedulian kini menjadi kekuatan untuk bangkit dari bencana.
Penulis: Thatang
![]()





























