BERITA.NEWS, Selayar – Malam yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Seorang remaja berinisial EM (17) harus menghembuskan napas terakhirnya setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Baloiya, Dusun Tile-Tile, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Rabu malam (27/05/2026).

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita itu melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan dari arah berlawanan.
Dentuman keras di tengah malam memecah kesunyian desa, menyisakan kepanikan dan harapan warga yang bergegas memberikan pertolongan.
EM sempat dilarikan ke RSUD KH Hayyung Selayar bersama korban lainnya dalam kondisi luka berat. Namun, takdir berkata lain. Setelah menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kepergian remaja tersebut meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang mengenalnya.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Kepulauan Selayar, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya dengan penuh empati.
Sebagai bentuk kepedulian, jajaran Satlantas Polres Kepulauan Selayar mendatangi rumah duka pada Kamis (28/05/2026).
Kehadiran aparat kepolisian bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan bahwa duka ini adalah duka bersama.
Di tengah suasana haru, Kapolres menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama bagi generasi muda.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari Satlantas, Satbinmas, Polsek hingga Bhabinkamtibmas, untuk lebih aktif turun ke masyarakat memberikan edukasi keselamatan berkendara hingga ke pelosok desa.
“Kita tidak ingin kehilangan generasi muda karena kelalaian di jalan. Edukasi harus terus dilakukan, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa untuk lebih peduli dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya saat berkendara di malam hari.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.
Namun, satu hal yang pasti, duka yang ditinggalkan menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah hal yang tak boleh dianggap sepele.
Di balik setiap kecelakaan, selalu ada cerita yang terhenti, mimpi yang tertunda, dan keluarga yang harus belajar ikhlas dalam kehilangan.
Penulis: Thatang
![]()





























