Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Mahasiswa Makassar “Berjihad”, Desak Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo

badge-check

					Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Alauddin (Uin Alauddin) Makassar menggelar aksi damai seruan Perbesar

Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Alauddin (Uin Alauddin) Makassar menggelar aksi damai seruan "Jihad" rekonsiliasi akibat kerushan yang terjadi pasca Pemilu, di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Rabu (22/5/2019) malam. (Foto: IST)

BERITA.NEWS, Makassar – Puluhan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Alauddin (Uin Alauddin) Makassar, menggelar aksi damai terkait kerusuhan hasil Pemilu 2019, di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (22/5/2019) malam.

Mahasiswa menyebut aksinya sebagai “Jihad” mendesak kubu pasangan calon presiden (capres) baik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Sandi untuk bertemu dan melakukan rekonsiliasi.

“Kami mendesak kubu pasangan capres nomor urut 01 dan nomor urut 02 untuk bertemu dan melakukan rekonsiliasi demi meredam ketegangan yang saat ini sedang berlangsung sebelum jumlah korban terus bertambah,” ujar Taufiq Hidayat, salah satu perwakilan mahasiswa yang ikut berdemonstrasi.

Selain itu, gabungan mahasiswa Uin Alauddin Makassar ini juga meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena dianggap bertanggung jawab atas tindakan represif Polri dalam mengawal kerusuhan pada 21 sampai 22 Mei di Jakarta.

Baca Juga :  Menteri Agama Nasaruddin Umar Sebut Media Profesional Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

“Aksi penembakan yang diduga dilakukan polisi dalam mengurasi massa di Jakarta telah mencederai proses demokratisasi dan juga terindikasi pelanggaran HAM,” tutur Ardiansyah, salah satu orator dari mahasiswa.

Baca juga: Enam Orang Tewas dalam Kerusuhan Aksi 22 Mei

Ardiansyah menambahkan, mahasiswa Uin Alauddin juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar mengembalikan secara normal lalu lintas jaringan internet di sejumlah platform media sosial.

“Kita juga meminta Kominfo menghentikan perlambatan akses media sosial, karena sesungguhnya merugikan sejumlah pihak yang sedang melakukan transaksi ekonomi secara digital,” tandasnya.

Dalam aksinya, mahasiswa menghadang sebuah truk sebagai mimbar orasi dan membakar sejumlah benda serta membentang spanduk desakan rekonsiliasi kubu Jokowi dan Prabowo.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Menteri Agama Nasaruddin Umar Sebut Media Profesional Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

14 Juni 2026 - 23:11 WITA

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Kanan) menegaskan media profesional berperan penting menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial. (Fofo: Ist)

Pertamax Naik dari Rp12.600 Jadi Rp16.650/liter, Pertalite dan Biosolar Tetap

10 Juni 2026 - 16:56 WITA

Telkomsel dan TVRI Sajikan Piala Dunia 2026 di MAXStream TV

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

Rupiah Tembus Rp18.200 per Dolar AS, Analis Waspadai Pelemahan ke Rp19.000

9 Juni 2026 - 11:15 WITA

Bebani APBN, Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru

8 Juni 2026 - 19:57 WITA

Trending di Nasional