BERITA.NEWS, JAKARTA — Ketua Umum Relawan Pemenangan Prabowo–Gibran saat Pilpres 2024 (Logis 08), Anshar Ilo, menyoroti belum terlihatnya perkembangan signifikan terkait realisasi proyek Perkampungan Haji Indonesia di Mekkah. Proyek strategis ini digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Menurut Anshar, proyek strategis nasional tersebut memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas layanan jemaah haji dan umrah Indonesia. Namun, hingga memasuki musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, publik belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai perkembangan nyata dari proyek tersebut.

“Musim haji sudah dimulai, tetapi janji pembangunan Perkampungan Haji Indonesia di Mekkah belum menunjukkan progres yang signifikan. Padahal proyek ini merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo untuk menghadirkan fasilitas permanen bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi,” ujar Anshar Ilo, Kamis (14/5/2026).
Perkampungan Haji Indonesia direncanakan berlokasi di kawasan Thakher atau Jabal Hudaibiah, sekitar 2,5 kilometer dari Masjid al-Haram. Pada tahap awal, proyek ini disebut mencakup akuisisi hotel dengan 1.461 kamar, pembangunan 13 menara hunian, serta satu pusat perbelanjaan yang akan menunjang kebutuhan jemaah Indonesia.
Anshar menilai proyek ini bukan sekadar investasi properti, melainkan langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan haji dan umrah, sekaligus menekan biaya akomodasi yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam ongkos perjalanan ibadah.
“Jika terealisasi, Perkampungan Haji akan menjadi aset nasional yang sangat bernilai. Selain memberikan kenyamanan bagi jemaah, proyek ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Logis 08 meminta Danantara menyampaikan secara terbuka perkembangan proyek, termasuk status pembebasan lahan, struktur investasi, tahapan pembangunan, dan target operasional. Publik berhak mengetahui sejauh mana komitmen Danantara dalam menjalankan amanat Presiden agar proyek sebesar ini tidak sekadar menjadi wacana tanpa kepastian pelaksanaan.
Anshar juga mendorong Kementerian Haji dan Umroh serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia untuk terus mengawal ketat realisasi proyek tersebut. Guna memastikan tata kelola yang transparan, ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan melakukan asistensi komprehensif.
“Untuk memastikan pelaksanaan proyek strategis kampung haji tersebut terbebas dari potensi anasir-anasir deviasi yang mengarah kepada perbuatan koruptif, kami meminta KPK dapat terlibat secara teknis. Lakukan kajian, asistensi menyeluruh, serta antisipasi implikasi hukum terhadap proyek tersebut,” tandasnya.
“Harapan umat sangat besar. Perkampungan Haji Indonesia harus menjadi legacy penting yang benar-benar diwujudkan, bukan sekadar janji,” pungkas Anshar.
![]()





























