BERITA.NEWS, Bali — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gibran Provinsi Bali menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran lengkap pengurus ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pembangunan antara wilayah daerah dengan program kerja pemerintah pusat.

Dalam audiensi tersebut, Laskar Gibran Bali memaparkan berbagai isu krusial dan situasi terkini yang menjadi atensi masyarakat lokal.
Pembahasan difokuskan pada penguatan sektor pariwisata berkelanjutan, akselerasi ekonomi kreatif, perluasan pemberdayaan UMKM, pengelolaan ekosistem lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan generasi muda di Pulau Dewata.
Tak sekadar menyalurkan aspirasi, organisasi ini juga menyodorkan sejumlah gagasan taktis dan solusi konkret yang siap dijalankan secara mandiri.
Beberapa langkah nyata yang didorong meliputi pengembangan ekonomi kreatif berbasis adat dan budaya, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penciptaan kolaborasi lintas sektor untuk mendongkrak daya saing global Bali.
”Kami menyampaikan apresiasi mendalam karena Bali tetap menjadi salah satu provinsi prioritas yang paling sering mendapatkan perhatian khusus serta kunjungan kerja dari pemerintah pusat, termasuk oleh Bapak Wakil Presiden. Intensitas ini menegaskan bahwa Bali memegang posisi yang sangat strategis dalam konstelasi pembangunan nasional,” ujar Ketua DPW Laskar Gibran Bali, Arjun Ananda.
Pertemuan ini sekaligus memantapkan komitmen Laskar Gibran Bali untuk memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah di lapangan, khususnya dalam menyerap dinamika suara masyarakat bawah serta menghadirkan terobosan yang adaptif dan berdampak langsung.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa melalui jalinan sinergi yang kokoh dan berkelanjutan ini, pihaknya sangat optimistis mampu mengawal percepatan pembangunan daerah.
Langkah ini dinilai vital guna mengukuhkan status Bali sebagai episentrum pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di kancah internasional.
![]()





























