Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Kemenhaji Kerahkan 1.356 Satgas Mina di Titik Rawan

badge-check

					Suasana lempar jumrah di Mina, Arab Saudi.  Ist Perbesar

Suasana lempar jumrah di Mina, Arab Saudi. Ist

BERITA.NEWS, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaji) memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya pelaksanaan lontar jumrah hari Tasyrik kedua, Jumat (29/5/2026) atau 12 Dzulhijjah 1447 H, berjalan tertib, terkendali, dan berorientasi pada pelindungan jemaah.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia pada hari Tasyrik kedua melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah.

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan dan tidak bergerak menuju Jamarat di luar waktu yang diatur.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tidak melontar pada waktu larangan, khususnya pukul 10.00 sampai 14.00 waktu Arab Saudi.

Jemaah diminta tidak terburu-buru, tidak berangkat sendiri, dan selalu bergerak bersama rombongan serta mengikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, dilansir dari keterangan resmi Kemenhaji, Sabtu (30/5/2026).

Untuk 12 Zulhijjah, jadwal lontar jumrah bagi jemaah Indonesia dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 05.00 sampai 10.30 WAS dan pukul 18.00 sampai 24.00 WAS.

Sementara waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00 sampai 14.00 WAS. Pada rentang waktu tersebut, jemaah diminta tetap berada di tenda masing-masing guna menjaga kondisi fisik dan menghindari paparan cuaca panas serta kepadatan di kawasan Jamarat.

Maria juga mengimbau jemaah yang mengambil Nafar Awal agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, lalu kembali ke tenda masing-masing di Mina.

Mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WAS, jemaah Nafar Awal diberangkatkan secara bertahap dan bergelombang menuju Makkah menggunakan bus yang telah disiapkan petugas.

Baca Juga :  Pertamax Naik dari Rp12.600 Jadi Rp16.650/liter, Pertalite dan Biosolar Tetap

“Jemaah Nafar Awal kami minta tetap tertib, tidak memisahkan diri dari rombongan, dan mempersiapkan diri sesuai jadwal keberangkatan. Pengaturan bertahap ini penting agar pergerakan menuju Makkah berlangsung aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kepadatan,” jelas Maria.

Sebagai penguatan layanan di lapangan, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah.

Petugas ditempatkan antara lain di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, depan Syarikah, serta sejumlah pos pengarah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah.

Petugas Satgas Mina bertugas mengarahkan jemaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah kembali melalui jalur aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko.

Selain itu, Kemenhaj melalui Satgas Operasional Armuzna mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina. Armada ini disiapkan untuk membantu jemaah yang mengalami kelelahan, jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah yang terpisah dari rombongan, maupun jemaah yang kehilangan arah setelah melaksanakan lontar jumrah.

“Mobil golf kami siagakan sebagai layanan respons cepat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan di sekitar Jamarat dan jalur pergerakan Mina. Petugas bergerak menyisir titik-titik strategis agar jemaah yang kelelahan, tersesat, atau terpisah dari rombongan bisa segera didampingi dan diantar kembali ke tenda dengan aman,” tutur Maria.

Kemenhaj juga menempatkan Mobile Crisis Rescue atau MCR di kawasan Jamarat, Mina. MCR merupakan tim khusus dan posko layanan kedaruratan yang disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, membantu evakuasi darurat, serta mengurai kepadatan jemaah pada fase puncak ibadah haji.

Maria menjelaskan, MCR disiagakan untuk menangani berbagai situasi kedaruratan, antara lain jemaah pingsan, mengalami kelelahan ekstrem, tersesat, terpisah dari rombongan, hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pertamax Naik dari Rp12.600 Jadi Rp16.650/liter, Pertalite dan Biosolar Tetap

10 Juni 2026 - 16:56 WITA

Telkomsel dan TVRI Sajikan Piala Dunia 2026 di MAXStream TV

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

Rupiah Tembus Rp18.200 per Dolar AS, Analis Waspadai Pelemahan ke Rp19.000

9 Juni 2026 - 11:15 WITA

Bebani APBN, Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru

8 Juni 2026 - 19:57 WITA

Harga Emas Antam Turun Rp32.000, Buyback Anjlok Hari Ini

6 Juni 2026 - 15:12 WITA

Trending di Nasional