Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Banten

Akses Pendidikan dan Ekonomi Terancam, Jembatan Penghubung Serang-Tangerang Alami Pergeseran Tanah dan Keretakan

badge-check

					Kondisi Jembatan penghubung antara Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang dengan Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang yang mengalami keretakan dan kerusakan pada bagian fondasi serta permukaan jalan akibat pergeseran tanah pasca banjir dan longsor. Perbesar

Kondisi Jembatan penghubung antara Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang dengan Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang yang mengalami keretakan dan kerusakan pada bagian fondasi serta permukaan jalan akibat pergeseran tanah pasca banjir dan longsor.

BERITA.NEWS, SERANG — Jembatan penghubung antara Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, dan Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, mengalami pergeseran tanah dan keretakan parah akibat banjir serta longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kondisi ini mengancam keselamatan ratusan warga yang melintasi jembatan setiap hari, termasuk akses pendidikan dan mobilitas ekonomi antar-kecamatan.
Jembatan yang menjadi urat nadi utama bagi warga kedua desa tersebut kini dalam kondisi tidak stabil. Permukaan aspal terbelah dengan celah retakan yang dalam dan lebar, sementara material fondasi di sekitar retakan mulai hancur. Pergeseran tanah di bawah struktur jembatan masih aktif, menyebabkan badan jembatan bergoyang dan bergeser dari posisi semula.
Menurut dokumentasi yang diterima Redaksi, kerusakan terlihat jelas pada beberapa titik utama jembatan. Kerikil dan fondasi yang longsor menjadi bukti bahwa ancaman keruntuhan semakin nyata jika tidak segera ditangani.
Pernyataan Warga:

“Setiap kali lewat sini, rasanya was-was sekali. Jembatan sudah retak-retak dan posisinya bergeser karena tanah di bawahnya longsor setelah banjir kemarin. Ini akses utama saya menjenguk anak yang sedang menimba ilmu di Pesantren Daarul Falah. Kalau tidak lewat sini, harus memutar jauh,” ujar Muhammad Nur, wali murid Pondok Pesantren Daarul Falah.

Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Bagi masyarakat setempat, ia merupakan jalur vital yang menghubungkan akses pendidikan Islam di Pondok Pesantren Daarul Falah sekaligus penggerak roda ekonomi antar dua kabupaten. Ribuan siswa, orang tua, dan pelaku usaha bergantung pada jembatan ini untuk aktivitas sehari-hari.
Jika jembatan sampai putus total, dampaknya diprediksi akan melumpuhkan mobilitas warga, menghambat akses pendidikan generasi muda, serta mengganggu kegiatan ekonomi lokal.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang serta dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan struktural, penguatan fondasi penahan longsor, dan renovasi menyeluruh sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai rencana perbaikan darurat jembatan tersebut.

Loading

Comments

Baca Lainnya

CSR PIK 2 dan Yayasan Bumi Pertiwi Asri Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Teluknaga

30 Mei 2026 - 20:42 WITA

Atasi Persoalan Lingkungan, Pemdes Lontar Genjot Pembangunan TPST Kolaborasi Bersama PLTU 3

20 Mei 2026 - 21:00 WITA

Geger Teror Penampakan Pocong di Sukadiri Tangerang, Kades Suaryo Pastikan 100% Hoaks

19 Mei 2026 - 03:53 WITA

Pererat Silaturahmi Bangun Karakter Bangsa, Ketum SPI Kunjungi Yayasan Roudotussalam Cikande

19 Mei 2026 - 03:19 WITA

Peringati HUT ke-61 Bupati Tangerang, Kaperwil Berita.News Banten Sampaikan Doa dan Harapan Dedikasi Gemilang

17 Mei 2026 - 08:28 WITA

Trending di Banten