Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Hidup Sebatang Kara, Kakek Tua di Marbo Luput dari Perhatian Pemerintah

badge-check

					Kondisi rumah kakek Alle yang hidup sebatang kara di rumahnya yang berukuran minim di Dusun  Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Selasa (4/6/2019).(Berita.news/Abdul Kadir). Perbesar

Kondisi rumah kakek Alle yang hidup sebatang kara di rumahnya yang berukuran minim di Dusun Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Selasa (4/6/2019).(Berita.news/Abdul Kadir).

BERITA.NEWS, Takalar – Kisah memilukan dialami kakek tua Alle, asal Dusun Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Lelaki berusia 75 tahun itu tinggal sebatang kara di salah satu gubuk bambu selama bertahun-tahun.

Bukan hanya usianya yang tua. Umur gubuknya pun tidak muda lagi. Rumah berukuran empat meter persegi itu sudah lapuk. Bahkan, hampir semua sisi dinding dari anyaman bambu tersebut berlubang.

Wajar jika lelaki berusia senja itu tidak hanya merasakan sepi. Namun, juga menggigil kedinginan ketika malam hari. Apalagi, saat hujan, bagian atap rumahnya banyak yang bocor.

Lelaki malang itu mengandalkan pemberian tetangga untuk bertahan hidup. Usia yang tidak muda membuatnya sering sakit. Dia pun tidak bisa berbuat banyak untuk menopang hidup. Terlebih, setelah mengalami penyakit dibagian lututnya.

Meskipun kondisinya demikian, kakek tua itu sangat sopan. Kondisi tersebut dijalaninya sejak bertahun-tahun. Dia tidak memiliki istri dan memilih hidup sendiri.

Kakek Alle hanya memiliki dua pakaian. Mirisnya lagi disaat musim penghujan, lantai rumah becek akibat air yang masuk lewat atap.

“Disaat hujan air masuk semua di rumah. Untuk pakaian hanya dua lembar saya punya celana dan baju,” ucap kakek Alle saat dikonfirmasi, Selasa (4/6/2019).

Firmansyah Daeng Rawing (49), tetangga kakek Alle, menuturkan sudah empat tahun memberikannya bantuan berupa beras dan lauk, ”Saya tidak tega melihat kondisi kakek Alle yang memprihantinkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bantuan Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Daerah sangat minim. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kakek Alle sangat membutuhkan bantuan secara ekonomi dan kesehatan dari Pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Laikang Syarifuddin, S.Sos saat dikonfirmasi melalui pesan WhatSapp-Nya belum memberikan keterangan soal salah satu warganya yang butuh perhatian tersebut hingga berita ini diturunkan.

  • Abdul Kadir

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan, Pos Bapas Makassar Resmi Beroperasi di Lapas Maros

27 Mei 2026 - 16:37 WITA

Inspeksi Mendadak Bersama TNI-Polri, Lapas Maros Perkuat Komitmen Zero Halinar

27 Mei 2026 - 16:13 WITA

Lapas Maros Resmi Lepas Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan Batch 2

27 Mei 2026 - 05:24 WITA

Malam Hari, Rutan Masamba Gandeng TNI-Polri Gelar Razia dan Deteksi Dini

26 Mei 2026 - 04:29 WITA

Lapas Palopo Salurkan Bansos untuk Keluarga Warga Binaan dan Masyarakat Sekitar

23 Mei 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah