Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pendidikan

Forum Komunikasi Publik Kemendikdasmen Bahas Pendidikan Berkualitas di Makassar

badge-check

					Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi Kemendikdasmen saat memberikan materi Perbesar

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi Kemendikdasmen saat memberikan materi "Pembelajaran Mendalam" kepada peserta Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Makassar (dok.)

BERITA.NEWS,Makassar- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat menggelar Forum Komunikasi Publik di Makassar untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan dasar dan menengah.

Kegiatan bertema “Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah” itu digelar di Aula Siporio, Lantai 2 Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha hadir membuka kegiatan secara zoom dan diikuti unsur pendidikan dari berbagai lembaga pendidikan di Sulawesi Selatan.

Yudhistira menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan pendidikan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan mudah dipahami terkait kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Menurut dia, komunikasi publik tidak lagi cukup berjalan secara satu arah. Pemerintah perlu membangun pola komunikasi yang aktif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Yudhistira kemudian memaparkan pendekatan SIMI atau Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi yang kini menjadi strategi komunikasi publik di lingkungan Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui penyampaian informasi yang cepat, edukatif, dan solutif.

“Komunikasi publik harus hadir bukan hanya saat program diluncurkan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan penjelasan, pendampingan, hingga solusi terhadap persoalan pendidikan,” ujar Yudhistira dalam forum tersebut.

Menurutnya, tahap sosialisasi bertujuan memperkenalkan program pemerintah secara menyeluruh kepada masyarakat. Lalu
Tahap informasi menitikberatkan pada penyediaan data dan penjelasan yang valid agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi.

Sementara itu, mitigasi dilakukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman atau potensi konflik akibat informasi yang tidak utuh. Adapun intervensi dilakukan ketika pemerintah perlu turun langsung menyelesaikan persoalan yang berkembang di masyarakat.

Yudhistira menilai pendekatan SIMI mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pendidikan nasional. Selain itu, strategi tersebut membantu pemerintah mempercepat penyebaran informasi hingga ke daerah.

“Keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada komunikasi yang baik. Ketika masyarakat memahami tujuan program, maka dukungan publik juga akan semakin kuat,” katanya.

Forum komunikasi publik tersebut juga membahas sejumlah materi strategis terkait pembelajaran, penguatan karakter, hingga transformasi digital pendidikan.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, memaparkan materi mengenai pembelajaran mendalam atau deep learning dalam sistem pendidikan dasar dan menengah.

Ia menekankan bahwa pendekatan pembelajaran tidak boleh lagi hanya berorientasi pada hafalan materi. Sekolah perlu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah pada peserta didik.

Baca Juga :  Menteri Agama Nasaruddin Umar Sebut Media Profesional Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

Menurut Laksmi, pembelajaran mendalam memberi ruang lebih besar kepada siswa untuk memahami konsep secara utuh dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu belajar memahami, bukan sekadar mengingat. Pendidikan harus melatih kemampuan berpikir dan membangun karakter yang kuat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Guru, kata dia, perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital.

Selain itu, Laksmi mengingatkan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga pemerintah daerah.

Pada sesi yang lain menghadirkan Pelatih Ahli Teknologi dari Pusat Data Informasi, Gamal Abdul Rohim, yang membawakan materi tentang sosialisasi Program Rumah Pendidikan.

Gamal menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Kemendikdasmen untuk memperluas akses layanan pendidikan.

Program Rumah Pendidikan, kata dia, dirancang sebagai platform layanan pendidikan terpadu yang mendukung proses belajar, manajemen sekolah, hingga pengembangan kompetensi guru.

Ia menilai pemanfaatan teknologi digital mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

“Teknologi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Karena itu, pemerintah terus mendorong integrasi layanan pendidikan berbasis digital,” ujar Gamal.

Ia juga menjelaskan bahwa platform digital pendidikan akan membantu sekolah memperoleh data yang lebih akurat dan memudahkan proses pengambilan kebijakan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Selain mendukung pembelajaran, digitalisasi pendidikan juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah.

Sementara itu, materi mengenai budaya sekolah aman dan nyaman disampaikan Pranata Humas Ahli Madya Pusat Penguatan Karakter, Dina Ayu Mirta.

Dina menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Menurut dia, sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut.

Ia mengatakan penguatan karakter tidak hanya berlangsung melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui budaya sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Sekolah yang aman dan nyaman akan melahirkan anak-anak yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menghargai sesama,” katanya.

Dina juga mengajak seluruh satuan pendidikan memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat dalam membangun budaya positif di sekolah.

Forum komunikasi publik tersebut berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait implementasi kurikulum, transformasi digital pendidikan, hingga strategi membangun komunikasi publik yang efektif di bidang pendidikan.

Panitia kegiatan menilai forum itu menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

Melalui kegiatan tersebut, Kemendikdasmen berharap seluruh pemangku kepentingan mampu memahami arah kebijakan pendidikan sekaligus berpartisipasi aktif dalam mendukung program strategis pemerintah.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Menteri Agama Nasaruddin Umar Sebut Media Profesional Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

14 Juni 2026 - 23:11 WITA

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Kanan) menegaskan media profesional berperan penting menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial. (Fofo: Ist)

Lima Siswa Terbaik SMPN 23 Sinjai Ikuti OSN, Ujian Digital Berlangsung Tertib

11 Juni 2026 - 18:38 WITA

ujian

FH Universitas Sawerigading dan DPN PERADI Kembali Lahirkan Calon Advokat Profesional

9 Juni 2026 - 13:34 WITA

Penutupan PKPA Angkatan IX kerjasama FH Universitas Sawerigading dan DPN PERADI di Aula Universitas Sawerigading Makassar, Minggu (7/6/2026). Foto: Berita.News

Minim Kecurangan, UAS SMPN 23 Sinjai Gunakan Sistem Ujian Berbasis Teknologi

8 Juni 2026 - 19:46 WITA

ujian

Pegadaian Dukung Pendidikan Salurkan Bantuan Renovasi untuk SD Aisyiyah Pangkep

23 Mei 2026 - 12:15 WITA

Trending di Pendidikan