BERITA.NEWS, – Suasana mencekam pecah di jalanan saat seorang ODGJ mengamuk sambil membawa kapak. Di tengah situasi berbahaya itu, seorang polisi harus menanggung risiko besar demi keselamatan warga.
Ia adalah Briptu Muhlis, personel Polres Kepulauan Selayar, yang kini harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka serius saat mencoba mengendalikan situasi brutal tersebut.

Peristiwa dramatis itu terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (24/3/2026). Saat berupaya mengamankan pelaku yang mengamuk, Briptu Muhlis justru menjadi sasaran, hingga mengalami luka sobek di lengan kiri dan cedera pada kaki kanan.
Kini, Briptu Muhlis dirawat di RSUD KH. Hayyung Selayar. Kabar terbarunya mulai membawa kelegaan.
Rabu pagi (25/3/2026), jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Selayar datang menjenguk.
Kunjungan tersebut dipimpin Kabag SDM Kompol Hendra Suyanto bersama sejumlah pejabat lainnya, sebagai bentuk dukungan moril terhadap anggota yang tengah berjuang pulih.
“Alhamdulillah, kondisi Briptu Muhlis sudah mulai membaik. Kami berharap beliau segera sembuh dan kembali bertugas,” ungkap Kompol Hendra.
Namun di balik kabar membaik itu, tersimpan kisah pengorbanan yang tak bisa dianggap biasa.
Briptu Muhlis mempertaruhkan keselamatannya demi melindungi masyarakat dari ancaman nyata.
Aksi heroik itu menjadi bukti nyata dedikasi aparat dalam menjaga keamanan, bahkan ketika nyawa menjadi taruhannya.
“Ini adalah bentuk pengabdian yang harus kita hargai. Anggota kami terluka saat menjalankan tugas melindungi masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi suntikan semangat bagi Briptu Muhlis agar segera bangkit.
Di saat yang sama, peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa di balik seragam, ada risiko besar yang selalu mengintai.




























