Warga Sinjai Wajib Tahu! Ini 9 Pelanggaran Prioritas Operasi Keselamatan Pallawa 2026

kendaraan

Kasat Lantas Polres Sinjai, AKP H. Sukri Liwang. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai — Kepolisian Resor Sinjai resmi memulai Operasi Keselamatan Pallawa 2026 dengan menggelar apel pasukan sebagai bentuk kesiapan personel dan sarana pendukung.

Operasi ini digelar untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Hal itu ditandai dengan digelarnya apel gelar pasukan di halaman Mapolres Sinjai, Senin (2/2/2026), dipimpin oleh Wakapolres Sinjai Kompol Tamar yang mewakili Kapolres Sinjai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur TNI Kodim 1424 Sinjai, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, pejabat utama Polres Sinjai, para Kapolsek, serta perwira staf.

Apel diawali dengan pemeriksaan pasukan, kemudian dilanjutkan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Keselamatan Pallawa 2026 kepada empat perwakilan personel dari Satlantas Polres Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Dalam amanat Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro yang dibacakan Wakapolres Sinjai, disampaikan bahwa apel gelar pasukan bertujuan memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana agar operasi berjalan optimal dan mencapai sasaran dengan mengedepankan fungsi lalu lintas.

Operasi Keselamatan Pallawa 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, secara serentak di seluruh Indonesia.

Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif, serta didukung penegakan hukum melalui ETLE statis, ETLE mobile on board, ETLE handheld, dan teguran simpatik.

Baca Juga :  Di Balik Isu Keretakan Kepala Daerah, AKBP Harry Azhar Penyejuk di Tengah Riak Politik Sinjai

Kasat Lantas Polres Sinjai AKP H. Sukri Liwang menjelaskan bahwa operasi ini bukan semata-mata penindakan, tetapi bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Operasi Keselamatan Pallawa 2026 ini kami laksanakan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta menurunkan fatalitas korban. Harapan kami, masyarakat semakin disiplin sehingga tercipta Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat,” ujar AKP Sukri Liwang.

Ia juga menegaskan bahwa terdapat sembilan pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran utama selama operasi berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar melengkapi kelengkapan berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak menggunakan kendaraan yang tidak sesuai standar. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Adapun sembilan prioritas pelanggaran tersebut meliputi penggunaan knalpot tidak sesuai pabrikan, kendaraan over dimensi dan over loading, penggunaan sirine dan strobo ilegal, TNKB tidak sesuai ketentuan.

Kemudian kendaraan pribadi yang dijadikan travel, angkutan barang yang membawa penumpang, kendaraan tidak laik jalan, pengendara motor tanpa helm dan berboncengan lebih dari satu orang, serta kendaraan pengunjung tempat wisata yang parkir di bahu jalan.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dinas roda dua dan roda empat sebagai sarana pendukung operasi.

Comment