Di Balik Isu Keretakan Kepala Daerah, AKBP Harry Azhar Penyejuk di Tengah Riak Politik Sinjai

bupati

Bupati dan Wabup Kompak Hadir Diacara Kenal Pamit Kapolres Sinjai. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai – Riak kecil dalam tubuh kepemimpinan Kabupaten Sinjai belakangan ini menjelma menjadi gelombang besar perbincangan publik.

Isu keretakan hubungan antara Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arief dan Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda (AMM) tak hanya bergulir di ruang-ruang diskusi warga, tetapi juga ramai diperdebatkan di jagat media sosial.

Puncaknya, sebuah flyer berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menampilkan Wakil Bupati Sinjai dengan narasi kontroversial beredar luas.

Konten tersebut memantik beragam tafsir, bahkan ditarik sebagai simbol krisis kepemimpinan di lingkaran Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Spekulasi kian menguat seiring absennya Wakil Bupati dalam sejumlah agenda resmi daerah, mulai dari pelantikan Direktur PDAM Tirta Sinjai hingga peresmian Gapura Pasar Sentral Sinjai.

Publik pun bertanya-tanya, sejauh mana disharmoni itu memengaruhi soliditas pemerintahan?

Menanggapi flyer viral tersebut, Wakil Bupati AMM memilih bersikap singkat dan menahan diri.

“Saya tidak tahu juga siapa buat itu,” tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Namun, di tengah derasnya arus spekulasi, sebuah momen justru hadir bak jeda yang menenangkan.

Acara kenal pamit Kapolres Sinjai, Rabu (21/1/2026) lalu, menjadi panggung yang memperlihatkan kembali kebersamaan dua pucuk pimpinan daerah itu.

Bupati dan Wakil Bupati hadir berdampingan. Duduk dalam satu forum resmi, di hadapan jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Bagi sebagian orang, kehadiran itu lebih dari sekadar formalitas. Ia menjadi pesan simbolik bahwa roda pemerintahan Sinjai masih berjalan dalam koridor kebersamaan.

Acara kenal pamit Kapolres Sinjai dari AKBP Harry Azhar kepada AKBP Jamal Fathur Rakhman berlangsung khidmat dan sarat nuansa emosional.

Lebih dari seremoni pergantian pucuk pimpinan Polres, forum tersebut menjelma menjadi ruang yang meneduhkan kegelisahan publik.

Di balik suasana itu, banyak pihak menilai ada peran besar sosok AKBP Harry Azhar.

Baca Juga :  Sorotan Program MBG di Sinjai: Pengelola Akui Kendala Distribusi, Bantah Sajikan Lauk Busuk

Selama bertugas di Sinjai, ia dikenal bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga figur pemersatu.

Pendekatannya yang humanis dan komunikatif membuatnya diterima lintas kepentingan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda.

“Beliau itu bukan hanya Kapolres, tapi penyejuk suasana. Sosok yang dihormati semua pihak,” ujar Bahar, warga Sinjai.

Menurutnya, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam satu forum adalah bentuk penghormatan terhadap AKBP Harry Azhar, sekaligus sinyal bahwa kepentingan daerah masih ditempatkan di atas perbedaan persepsi dan dinamika politik.

Pendekatan kolaboratif yang dibangun AKBP Harry Azhar selama ini dinilai berhasil merawat stabilitas sosial dan politik daerah.

Dalam senyap, ia kerap menjadi jembatan komunikasi, memastikan potensi gesekan tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang dapat mengganggu konsentrasi pembangunan.

Meski demikian, ketenangan itu sempat kembali terusik beberapa hari setelah acara kenal pamit.

Isu-isu liar kembali beredar, menandakan bahwa pekerjaan rumah harmonisasi kepemimpinan belum sepenuhnya selesai.

Kini, masyarakat berharap momentum kebersamaan yang sempat diperlihatkan tak berhenti sebagai simbol seremonial belaka.

Publik menginginkan harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati benar-benar diperkuat, agar pelayanan publik dan pembangunan daerah berjalan optimal.

“Sinjai butuh pemimpin yang solid. Jangan sampai isu-isu liar justru mengalihkan fokus dari kepentingan masyarakat,” ujar warga lainnya.

Di tengah dinamika itu, nama AKBP Harry Azhar akan selalu dikenang sebagai sosok yang pernah menghadirkan keteduhan di saat Sinjai berada dalam pusaran isu.

Lebih dari sekadar Kapolres, ia menjadi simbol bahwa dialog, kebersamaan, dan kepemimpinan yang merangkul adalah kunci menjaga stabilitas daerah.

Dengan kebersamaan yang kembali diperlihatkan ke publik, harapan pun tumbuh agar Sinjai melangkah ke depan dengan energi baru menata pemerintahan yang stabil, bekerja nyata, dan berpihak pada kemajuan daerah.

Comment