Api Melahap Rumah Penjual Nasi Kuning di Bulukumba, Lima Penghuni Selamat

kebakarn

Rumah Milik Nuraeni Hanya Tersisa Puing-puing Sisa Kebakaran. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Teriakan panik memecah ketenangan siang di Lingkungan Bakae, Kelurahan Kasimpureng, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Api tiba-tiba membubung tinggi, melahap sebuah rumah panggung milik Alfian (40), Sabtu (31/1/2026).

Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah.

Angin laut yang bertiup kencang membuat si jago merah semakin tak terkendali.

Warga hanya bisa menyaksikan dengan cemas, sementara pemilik rumah tampak histeris melihat tempat tinggalnya berubah menjadi lautan api.

Saat kebakaran terjadi, lima orang berada di dalam rumah.

Mereka adalah Nuraeni (39), istri Alfian, dua anak mereka Alif (11) dan Aqila (8), serta seorang lanjut usia bernama Bustang Dg Sattang (69).

Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api menutup akses keluar.

“Korban merupakan penjual nasi kuning. Anak, istri, dan orang tua lanjut usia semuanya selamat,” kata Kasi Sarana dan Prasarana Damkar Bulukumba, Andi Baso Sullewatang.

Menurutnya, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik di bagian dapur.

Baca Juga :  Jejak di Perkebunan Alasa, Operasi Pencarian Lansia di Selayar yang Hilang Terus Diperluas

Api dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan rumah panggung tersebut.

Dalam waktu kurang dari satu jam, rumah itu hangus dan hanya menyisakan arang serta puing-puing.

Upaya pemadaman sempat terkendala. Mobil pemadam kebakaran kesulitan menjangkau lokasi karena akses jalan setapak yang sempit di kawasan permukiman padat penduduk.

Warga sekitar berusaha membantu dengan peralatan seadanya, namun api terlanjur membesar.

Nuraeni terlihat terduduk lemas, tak kuasa menahan tangis. Sejumlah tetangga berusaha menenangkan dirinya agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

“Sabarki-sabar ndik, ada hikmahnya semua ini,” ujar Ceny, salah seorang tetangga korban.

Akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta. Seluruh harta benda di dalam rumah tidak ada yang tersisa.

Kini, keluarga Alfian membuka donasi untuk memenuhi kebutuhan mendesak pascakebakaran.

“Kami sangat membutuhkan pakaian, makanan, serta material bangunan karena rumah hangus total,” kata Ceny.

Sepanjang Januari 2026, tercatat hampir 10 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Bulukumba. Meski demikian, seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Comment