BERITA.NEWS, Sinjai — Peristiwa tragis menimpa seorang petani di Dusun Bulujampi, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Seorang pria bernama Kahar (38) meninggal dunia usai diduga tersambar petir di tengah aktivitas panen padi, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kejadian memilukan ini bermula sejak pagi hari. Seperti rutinitas biasanya, Kahar bersama sejumlah rekannya berangkat ke sawah sekitar pukul 08.00 Wita untuk bekerja sebagai buruh panen padi.
Sepanjang hari, aktivitas berjalan normal. Mereka memanen padi, merontokkan hasil panen dengan mesin, hingga mengangkutnya ke rumah di tepi jalan.
Kahar dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu merapikan hasil panen sebelum pulang ke rumah menjelang petang.
Namun, suasana berubah drastis pada sore hari. Sekitar pukul 17.00 Wita, hujan deras tiba-tiba mengguyur wilayah Gareccing.
Kilatan petir terlihat membelah langit, membuat para buruh tani bergegas menyelamatkan hasil panen mereka.
Saat rekan-rekannya sibuk mengangkut padi ke tempat aman, Kahar memilih berteduh seorang diri di sebuah rumah-rumah kecil yang berada di tengah sawah.
Nahas, di saat itulah diduga petir menyambar. Kahar seketika tak sadarkan diri setelah diduga tersambar petir.
Rekan-rekannya yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan dan membawanya menuju RS Pratama Bulupaccing yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi.
Namun upaya itu tak membuahkan hasil. Korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Tersambar petirki kasian saat berteduh di sela-sela panen padi,” ungkap Sulham, tetangga korban.
Jenazah Kahar kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Tonroe, Dusun Bulujampi. Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah. Tangis histeris keluarga pecah menjelang waktu Magrib.
Kebiasaan Kahar yang biasanya pulang membawa hasil panen dan disambut dengan senyum bahagia oleh keluarga, kini berubah menjadi duka mendalam.
Ironisnya, sehari sebelum kejadian, pihak BPBD Sinjai telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sinjai, Andi Octave, sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kita minta masyarakat waspada karena Sinjai akan terdampak cuaca ekstrem, yang bisa berdampak hujan lebat, pohon tumbang, petir dan banjir,” ujarnya.
Kabar duka ini pun dengan cepat menyebar luas di media sosial warga Sinjai usai waktu Magrib.
Diketahui, Kabupaten Sinjai merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang rawan terdampak cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan petir, terutama pada masa peralihan musim.
Penulis: Thatang





























