Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Spirit Syekh Yusuf Digaungkan, Pemuda Sulsel Diminta Tampil Percaya Diri

badge-check

					Spirit Syekh Yusuf Digaungkan, Pemuda Sulsel Diminta Tampil Percaya Diri Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Acara Halal bi Halal dan Dialog Kebudayaan dengan tema Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf digelar di Balla Lompoa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (25/3).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh dan pemuda untuk mendiskusikan kembali nilai-nilai perjuangan serta keteladanan Syekh Yusuf Al-Makasari yang dinilai relevan bagi generasi masa kini.

Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makasari (AMSY), Arief Rosyid Hasan, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa kedekatan dirinya dengan sosok Syekh Yusuf bermula sejak kunjungannya ke makam Syekh Yusuf di Cape Town pada tahun 2018 bersama Jusuf Kalla.

“Sejak saat itu, perkenalan saya dengan Syekh Yusuf bukan hanya sebatas nama, tetapi secara spiritual. Dari perjalanan itu hingga 2025, kami kemudian membentuk Angkatan Muda Syekh Yusuf,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini nama besar Syekh Yusuf memang dikenal luas, bahkan hingga tingkat dunia. Namun, pemahaman generasi muda terhadap pemikiran dan perjuangannya masih sangat minim.

“Banyak yang hanya mengenal Syekh Yusuf sebatas nama jalan, masjid, atau rumah sakit. Padahal, pemikiran dan perjuangannya sangat luar biasa,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut juga terungkap bahwa Syekh Yusuf merupakan sosok yang lahir dalam tradisi meritokrasi di Sulawesi Selatan. Meski terdapat perdebatan mengenai latar belakang keluarganya, Syekh Yusuf dikenal sebagai tokoh yang membangun kiprah melalui perjuangan dan pengembaraan di berbagai wilayah.

“Ini menjadi refleksi bahwa Sulawesi sejak dulu melahirkan tokoh besar dalam suasana meritokratis,” tambahnya.

Ia pun menyinggung kondisi sosial saat ini, di mana kepemimpinan masih kerap dikaitkan dengan latar belakang nama besar keluarga. Menurutnya, hal ini perlu dikoreksi.

“Anak-anak muda Sulsel tidak boleh minder. Yang tidak punya nama belakang tetap bisa berdiri dengan kemampuan dan pengetahuannya sendiri sebagai calon pemimpin masa depan,” tegasnya.

Selain dikenal sebagai ulama dan pejuang, Syekh Yusuf juga disebut sebagai tokoh yang menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia serta integritas.

“Beliau adalah simbol kejujuran dan keteguhan. Ini penting menjadi refleksi, apalagi melihat kondisi di Sulsel, di mana tiga gubernur terakhir tersandung kasus korupsi,” ungkap Arief.

Lebih lanjut, ia berharap agenda seperti Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) tidak hanya menjadi ajang menunjukkan kesuksesan, tetapi juga ruang untuk membangun komitmen moral.

“Harus ada seruan moral. Pemimpin harus jujur, tidak silau terhadap kekuasaan dan harta,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pemangku Adat Kabupaten Gowa, Andi Bau Malik Barammamase Karaengta Tukkajannangang, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas inisiatif Keluarga Besar Syekh Yusuf dalam menghidupkan kembali kecintaan terhadap adat dan budaya di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai tradisi masih dijaga dan dihormati oleh masyarakat Gowa hingga saat ini.

“Kami selaku Ketua Majelis Pemangku Adat Kabupaten Gowa merasa bangga dan berterima kasih atas ide serta masukan yang diprakarsai oleh Keluarga Besar Syekh Yusuf. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Gowa masih mencintai adat dan budayanya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kabupaten Gowa memiliki karakteristik yang berbeda dibanding daerah lain, mengingat sejarahnya sebagai kerajaan besar yang sarat dengan nilai-nilai budaya.

  • Putri
Comments

Baca Lainnya

Bosowa Corporindo Bagikan Paket Sembako untuk Lansia di Kampung HM Aksa Mahmud

15 Maret 2026 - 16:31 WITA

DWP Kabupaten Gowa Buka Donasi Internal, Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Miskin dan Panti Asuhan

10 Maret 2026 - 12:16 WITA

Pastikan Kesiapan Operasional Jelang Ramadan 2026, Direksi Pertamina Tinjau AFT Sam Ratulangi

13 Februari 2026 - 09:55 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Operasional Terminal LPG Donggala Lewat Management Walkthrough

22 Januari 2026 - 11:35 WITA

Fokus Pembinaan, Kanwil Ditjenpas Sulsel Kunjungi Rutan Masamba

16 Desember 2025 - 20:07 WITA

monitoring
Trending di Daerah