BERITA.NEWS, Parepare – Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan lonjakan signifikan di Pelabuhan Nusantara Parepare. Ribuan penumpang tercatat memadati area pelabuhan, bahkan sebagian terlihat beristirahat di lorong hingga dek kapal, Rabu (25/03/2026).
Kondisi ini langsung mendapat perhatian serius dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Parepare yang turun langsung melakukan pemantauan di lokasi.

Dipimpin Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, rombongan Forkopimda yang terdiri dari KSOP, Pelindo, Kejaksaan Negeri, Polres, hingga Kodim, bahkan ikut naik ke salah satu kapal tujuan Kalimantan untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Kami hadir untuk memastikan arus balik berjalan aman dan lancar. Bahkan kami sempat naik ke kapal untuk melihat langsung kondisi penumpang,” ungkap Hermanto.
Dari hasil pengecekan, satu kapal yang dipantau membawa sekitar 312 penumpang dengan kondisi cuaca yang dilaporkan aman. Namun, pemandangan penumpang yang memenuhi beberapa sudut kapal sempat memunculkan kekhawatiran.
Meski demikian, Hermanto menegaskan kondisi tersebut masih dalam batas normal dan belum menunjukkan adanya kelebihan kapasitas.
Menariknya, sejumlah penumpang justru memilih berangkat dari Parepare meski berasal dari Makassar. Alasannya? Faktor keamanan dan kenyamanan.
“Ada penumpang dari Makassar yang sengaja memilih berangkat dari sini karena merasa lebih aman dan nyaman,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala KSOP Parepare, Syaiful Horry, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang hari ini diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang—angka yang tergolong tinggi.
Bahkan, lonjakan lebih besar diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret, dengan jumlah penumpang bisa mencapai 6.000 hingga 7.000 orang,” ujarnya.
Saat ini, empat kapal beroperasi melayani penumpang, dan jumlahnya akan bertambah menjadi lima kapal saat puncak arus balik.
Terkait penumpang yang terlihat beristirahat di lorong kapal, Syaiful menjelaskan hal tersebut biasanya terjadi sebelum keberangkatan, saat penumpang menunggu jadwal berlayar.
Namun ia menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami berpedoman pada kapasitas maksimal kapal. Tidak ada kapal yang akan diberangkatkan jika penumpangnya melebihi kapasitas,” tegasnya.
Sistem tiket online juga disebut menjadi kunci pengendalian jumlah penumpang. Jika kuota terpenuhi, penjualan tiket otomatis ditutup.
Langkah ini dinilai efektif mencegah overkapasitas dan menjaga keselamatan selama pelayaran.
Pemerintah pun memberikan apresiasi kepada operator kapal yang dinilai terus meningkatkan pelayanan, di tengah lonjakan arus balik Lebaran tahun ini.




























