BERITA.NEWS, Bulukumba – Kebakaran hebat melanda hotel Paduppa Resort di kawasan wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (3/3/2026).
Korban yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga total korban jiwa dalam peristiwa ini menjadi dua orang.
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, memastikan kedua korban meninggal dunia telah ditemukan dan dievakuasi.
“Jenazah kedua sudah ditemukan. Dipastikan bahwa ada dua korban jiwa,” ujar Restu kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Api Diduga Berasal dari Plafon Restoran
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Berdasarkan keterangan polisi, sumber api diduga berasal dari bagian plafon restoran resort yang menggunakan material jerami.
“Sumber api dari gedung ini (Resto Paduppa). Karena angin kencang, api menjalar ke semua bangunan yang mudah terbakar karena bahannya dari kayu dan jerami,” ungkapnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Korban Ditemukan di Dalam WC
Informasi yang dihimpun, korban pertama bernama Muklis (27). Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi vila, dengan tubuh terbakar dan posisi tengkurap.
Muklis diketahui merupakan warga Borong Tellu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.
Sementara korban kedua bernama Fikar ditemukan di dalam WC dengan kondisi serupa saat kebakaran melanda Padduppa Resort Bira.
Fikar diketahui berasal dari Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.
Kedua korban diketahui merupakan karyawan hotel Paduppa resort tanjung Bira..
Proses Evakuasi dan Pendinginan
Jenazah kedua korban telah dievakuasi oleh petugas. Sementara itu, tim pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.
Peristiwa ini menambah daftar insiden kebakaran di kawasan wisata berbahan material mudah terbakar.
Polisi mengimbau pengelola tempat wisata untuk lebih memperhatikan standar keselamatan bangunan guna mencegah kejadian serupa terulang.


Comment