Ironis! Pipa PDAM Sinjai Melintas di Depan Rumah, Warga Babara dan Caile Justru Kesulitan Air Bersih

air bersih

Warga Lingkungan Babara dan Caile Keluhkan Ketersediaan Air Bersih. [Foto: Ilsutrasi/ Int]

BERITA.NEWS, Sinjai — Ironi dirasakan warga Lingkungan Babara dan Caile, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

Di saat kebutuhan air bersih meningkat pada bulan suci Ramadan, mereka justru harus bersusah payah mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.

Padahal, pipa induk jaringan PDAM Sinjai dari sumber air Balantieng diketahui melintasi wilayah tempat tinggal mereka. Namun kenyataannya, warga setempat tak bisa menikmati aliran air bersih tersebut.

Kondisi ini pun memunculkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.

“Kami hanya menggunakan air sumur serapan irigasi, kalau air irigasi tidak mengalir jelas air sumur berkurang bahkan kering,” ungkap salah seorang warga Lingkungan Babara, Muhammad Nur, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, selama ini warga hanya mengandalkan sumur gali yang sumber airnya bergantung pada aliran irigasi. Jika air irigasi terhenti, maka sumur-sumur warga pun ikut mengering.

Situasi tersebut semakin memprihatinkan ketika air sumur terpaksa digunakan untuk kebutuhan konsumsi seperti memasak dan minum.

“Kondisi ini diperparah jika dijadikan untuk air minum dan memasak sehari-hari, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan,” keluh Muhammad Nur.

Hal senada juga disampaikan warga Lingkungan Caile, Hera. Ia mengaku kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa saat musim kemarau atau ketika beberapa hari tak turun hujan.

Baca Juga :  Tak Tunggu Batas Akhir! Wabup Sinjai Sudah Lapor SPT 2025, Ternyata Ini Alasannya

“Kalau sumur kering, terpaksa kami mencari air bersih ke sumur keluarga yang ada airnya atau yang punya air PDAM,” ujarnya.

Tak jarang, warga harus menempuh jarak cukup jauh demi mendapatkan air layak pakai. Kondisi ini tentu menjadi beban tambahan, apalagi di bulan Ramadan saat kebutuhan air untuk sahur, berbuka, dan ibadah meningkat.

Warga Babara dan Caile berharap pemerintah daerah dan pihak PDAM Sinjai dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Mereka menyayangkan jaringan pipa induk yang melintas di wilayah mereka seolah hanya menjadi pajangan tanpa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami hanya ingin bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Pipa sudah lewat di sini, tapi kami tetap kesulitan air,” harap salah seorang warga.

Kini, masyarakat menanti langkah konkret pemerintah agar krisis air bersih yang telah lama mereka alami tidak terus berulang, terlebih di momen penting seperti bulan suci Ramadan.

Comment