BERITA.NEWS, Sinjai — Ironi dirasakan warga Lingkungan Babara dan Caile, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai. Di saat kebutuhan air bersih meningkat pada bulan suci Ramadan, mereka justru harus bersusah payah mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.
Yang lebih menyakitkan, pipa induk jaringan Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu (PDAM Sinjai) dari sumber air Blantieng diketahui melintasi wilayah tempat tinggal mereka. Namun kenyataannya, air bersih tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga.
Kondisi ini memunculkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Seorang warga mengaku kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa saat musim kemarau atau ketika beberapa hari tak turun hujan.
“Kalau sumur kering, terpaksa kami mencari air bersih ke sumur keluarga yang ada airnya atau yang punya air PDAM,” ujarnya.
Tak jarang, warga harus menempuh jarak cukup jauh demi mendapatkan air layak pakai.
Beban ini semakin terasa di bulan Ramadan, saat kebutuhan air untuk sahur, berbuka, hingga beribadah meningkat drastis.
Warga Babara dan Caile berharap pemerintah daerah dan pihak PDAM Sinjai dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Mereka menyayangkan jaringan pipa induk yang melintas di wilayah mereka seolah hanya menjadi “pajangan” tanpa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu (PDAM Sinjai), Nasrullah Mustamin, mengaku pihaknya tidak tinggal diam.
Ia menyebut telah melakukan koordinasi dengan pihak Balai terkait pembukaan akses layanan di wilayah Babara.
“Kami sudah usulkan ke pihak Balai untuk membuka akses di wilayah Babara. Semoga tahun ini dianggarkan oleh pihak kementerian,” ungkap Nasrullah saat dikonfirmasi Berita.News, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, hasil koordinasi dengan Balai dan kementerian menunjukkan sinyal positif. Bahkan, menurutnya, pihak PDAM telah mendapat kepastian awal terkait rencana penganggaran.
“Kami sudah dijanji oleh pihak kementerian di anggaran tahun ini,” tegas Nasrullah.
Meski demikian, warga berharap janji tersebut benar-benar terealisasi dan bukan sekadar wacana.
Mereka ingin Ramadan berikutnya tak lagi diwarnai perjuangan mencari air bersih di tengah pipa induk yang membentang di depan mata.


Comment