Antisipasi Banjir di Blok 10 Antang, Wali Kota Minta Pembersihan Massal Saluran Drainase

Wali Kota Makassar Tinjau Blok 10 Perumnas Antang (dok)

BERITA.NEWS,Makassar- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Ketua TP PKK Melinda Aksa turu meninjau langsung lokasi Blok 10 Perumnas Antang yang tiap tahun terdampak banjir.

Tinjauan ini sebagai bentuk antensi Wali Kota Makassar mengetahui arahan kebijakan dan perencanaan untuk mengatasi dampak banjir di Blok 10 tersebut.

Diketahui, Perumnas Blok 8 dan Blok 10 di Manggala kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. Bahkan, pada musim penghujan, warga di dua titik ini harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk hingga mengungsi.

Namun, dalam peninjauan kali ini, kondisi terpantau masih normal tanpa genangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah memasang alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir.

Salah satu perangkat EWS telah terpasang di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif Pemkot Makassar dalam memperkuat sistem mitigasi dan rasa aman bagi masyarakat menghadapi potensi banjir di musim hujan.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini, kondisinya lebih baik dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan proses pembersihan saluran-saluran seperti drainase akan terus kita lakukan untuk memastikan ada alur air,” tuturnya.

Appi menegaskan dalam waktu dekat akan dilakukan pembersihan massal di lokasi Blok 10 Manggala.

Ia bahkan mengemukakan opsi alternatif yang masih bersifat wacana, yakni kemungkinan pembebasan sejumlah rumah di titik yang paling terdampak banjir untuk dijadikan kolam retensi baru.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pemerintah Kita telah melakukan survei melibatkan ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengkaji persoalan banjir di wilayah tersebut. Hasil survei itu akan kembali ditindaklanjuti dalam perencanaan lanjutan.

“Ini sudah pernah kami survei bersama ahli dari Unhas, sehingga kita mau menindaklanjuti lagi,” jelasnya.

Pemkot Makassar juga mempertimbangkan alternatif pembangunan tanggul sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Namun, rencana tersebut masih akan melalui tahap perencanaan teknis dan perhitungan matang.

“Ada alternatif untuk membuat tanggul. Nanti kita coba perencanaan untuk menghitung alurnya dan bagaimana desain yang akan dibuat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Comment