BERITA.NEWS, Sinjai — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris (Gerindra), menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat nelayan saat melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) I Ujung Bulu–Ujung Loe.
Dalam pertemuan yang digelar di Jl. Baronang, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kamis (12/2/2026), para nelayan menyampaikan lima kebutuhan mendesak demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
Aspirasi tersebut meliputi bantuan alat tangkap ikan modern, perbaikan infrastruktur pelabuhan, bantuan bahan bakar, program asuransi jaminan sosial, serta pelatihan dan pendidikan bagi nelayan.
Syahruni Haris mengatakan bahwa kegiatan reses menjadi momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya nelayan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
“Reses ini adalah kewajiban kami sebagai wakil rakyat untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Apa yang disampaikan para nelayan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD,” ujar Syahruni Haris.
Dalam dialog tersebut, para nelayan menyoroti kebutuhan akan alat tangkap yang lebih modern dan efektif guna meningkatkan hasil tangkapan.
Mereka menilai peralatan yang memadai dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan.
Selain itu, kondisi infrastruktur pelabuhan juga menjadi keluhan utama. Dermaga dan fasilitas bongkar muat dinilai perlu perbaikan agar aktivitas melaut dan distribusi hasil tangkapan dapat berjalan lebih lancar.
Seorang nelayan setempat, Rahman (45), mengungkapkan bahwa tingginya biaya operasional, khususnya bahan bakar, menjadi beban berat bagi para nelayan.
“Harga BBM cukup memberatkan kami. Kalau ada bantuan atau subsidi khusus untuk nelayan, tentu sangat membantu dan bisa menekan biaya saat melaut,” katanya.
Tak hanya soal sarana dan prasarana, para nelayan juga berharap adanya perlindungan jaminan sosial.
Risiko kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan saat melaut menjadi kekhawatiran tersendiri.
“Kami bekerja di laut dengan risiko tinggi. Harapan kami ada asuransi atau jaminan sosial yang bisa melindungi nelayan,” tambah Rahman.
Di sisi lain, nelayan juga menginginkan adanya pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam mengelola usaha perikanan secara lebih profesional, termasuk pengelolaan hasil tangkapan dan pemasaran.
Menanggapi hal tersebut, Syahruni menegaskan komitmennya untuk mendorong program-program pemerintah yang lebih tepat sasaran.
“Kesejahteraan nelayan harus menjadi perhatian bersama. Kami akan mengupayakan agar aspirasi ini dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program yang berpihak pada nelayan,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat teridentifikasi secara langsung.
Diharapkan hasil serapan aspirasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan daerah yang lebih responsif terhadap kebutuhan nelayan di Kabupaten Bulukumba.

Comment