Gas Melon Mulai Langka di Sinjai, Harga Tembus Rp25 Ribu Jelang Ramadan

tabung gas

Ilustrasi Kelangkaan Tabung Gas 3 Kilogram. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai — Kelangkaan tabung gas melon atau LPG 3 kilogram mulai dirasakan warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Tak hanya sulit didapat, harga gas subsidi itu pun meroket di tingkat pengecer hingga pangkalan, memicu keluhan masyarakat, Sabtu (7/2/2026).

Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram, sementara harga yang sebelumnya stabil kini melonjak tanpa kejelasan.

Kondisi ini menimbulkan keresahan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Fitri, warga Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, mengaku terkejut saat membeli gas melon di warung langganannya.

“Biasanya saya beli Rp23 ribu, tapi tadi sudah Rp25 ribu. Itu pun katanya tinggal sisa dua tabung,” ungkap Fitri.

Ia menduga kenaikan harga dan kelangkaan gas juga terjadi di toko klontong lain di wilayah tersebut.

Warga pun meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mencegah permainan harga.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sinjai, Andi Mandasini, menegaskan bahwa kewenangan pengawasan pihaknya hanya sampai pada tingkat pangkalan.

“Kalau di pengecer sudah bukan kewenangan kami. Tugas kami hanya memastikan pangkalan memiliki stok dan melayani konsumen,” jelasnya.

Meski demikian, Andi Mandasini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika ditemukan dugaan penimbunan atau pelanggaran.

“Jika ada pengecer menimbun atau menjual di luar ketentuan demi keuntungan lebih, itu harus dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Kami akan berkoordinasi,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rudi, warga Kecamatan Sinjai Utara.

Baca Juga :  Menangis di Pinggir Jalan Poros Bulukumba, Bocah dari Sinjai Ditemukan Warga Usai Kabur dari Rumah

Ia mengaku terpaksa membeli gas melon seharga Rp20.000 per tabung di salah satu pangkalan, meski Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan hanya Rp18.500.

Rudi menyebut pembelian tersebut dilakukan di Pangkalan Wahyu, Jalan Samratulangi, Kelurahan Balangnipa.

“Harga naik sejak gas mulai langka. Harusnya pemerintah tegas karena ini gas subsidi untuk masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia berharap Disperindag Kabupaten Sinjai segera memberikan sanksi kepada pangkalan yang menjual LPG 3 kilogram di atas HET agar tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindag dan ESDM Kabupaten Sinjai, Burhanuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghubungi Pangkalan Wahyu.

“Informasi dari mereka, stok sedang habis dan mereka mengambil tabung dari pangkalan lain dengan harga Rp18.500, sehingga dijual Rp20.000,” jelasnya.

Burhanuddin memastikan pihaknya akan turun langsung melakukan pengecekan lapangan.

“Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan teguran dan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan pangkalan atau pengecer LPG 3 kilogram yang menjual di atas HET demi menjaga stabilitas harga dan memastikan subsidi tepat sasaran.

Comment