ABK Jatuh di Laut Sinjai, Ditemukan Tak Bernyawa di Bulukumba Setelah Berhari-hari Dicari

jenazah

Proses Evakuasi Jenazah Korban Aidil ABK KM 3 Putri 777. (Foto: Ist/ BPBD Bulukumba)

BERITA.NEWS, Parepare — Harapan keluarga dan rekan kerja pupus sudah. Upaya pencarian terhadap Muh. Aidil Takbir (20), anak buah kapal (ABK) KM 3 Putri 777 yang dilaporkan terjatuh di perairan Sinjai sejak Sabtu lalu, akhirnya berakhir duka.

Aidil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Turungan Beru, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Rabu (4/2/2026) sore.

Penemuan jasad korban bermula dari laporan warga melalui media sosial.

Sekitar pukul 15.30 WITA, seorang nelayan setempat yang hendak berlabuh di Pelabuhan Herlang melihat sesosok tubuh mengapung di laut.

Nelayan tersebut kemudian melakukan evakuasi awal dan melaporkannya ke pihak berwenang.


Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas ini berawal saat KM 3 Putri 777 bertolak dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa, Kabupaten Sinjai, pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 13.30 WITA untuk melaut mencari ikan.

Namun, keesokan harinya, Sabtu pagi (31/1/2026) sekitar pukul 06.30 WITA, Aidil diduga terjatuh dari kapal.

Juragan kapal, Tamrin, baru menyadari salah satu ABK-nya hilang dan sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang dan memicu operasi SAR gabungan.


Evakuasi dan Penanganan Jenazah

Setelah mendapat informasi penemuan jenazah di wilayah Bulukumba, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi melalui jalur darat menuju Dusun Balangerasa, Kelurahan Bontokamase.

“Tim tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA dan langsung menuju titik koordinat korban menggunakan perahu karet,” ungkap A. Octave Amir, Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, dalam keterangannya.

Korban yang teridentifikasi sebagai warga Jalan Cakalang, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Herlang untuk menjalani proses autopsi.

Langkah penanganan yang dilakukan meliputi:

  • Koordinasi lintas wilayah antara BPBD Sinjai dan BPBD Bulukumba
  • Evakuasi medis dan proses autopsi
  • Penyerahan jenazah secara resmi kepada pihak keluarga

Saat ini, jenazah Aidil telah dipulangkan ke rumah duka di Sinjai untuk dimakamkan.

Kepergian Aidil di usia yang masih sangat muda menjadi pengingat pahit akan tingginya risiko keselamatan kerja para nelayan dan ABK di perairan terbuka, terutama di tengah kondisi cuaca laut yang sulit diprediksi.

Comment