BERITA.NEWS, Selayar – Ancaman satwa liar kembali menghantui warga pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar. Seekor buaya berukuran besar dilaporkan muncul di kawasan Pantai Timur Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Selasa pagi, 3 Februari 2026.
Kemunculan reptil buas itu sontak menghebohkan warga dan memicu kepanikan, terutama di kalangan nelayan.
Peristiwa menegangkan tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita di wilayah Batu Ballang, saat seorang warga bernama Jusdi, asal Dusun Bungin, hendak memasang pukat dengan berjalan kaki menyusuri pesisir pantai.
Namun langkahnya terhenti mendadak ketika ia melihat sesosok buaya berada tidak jauh dari bibir pantai.
Merasa terancam, Jusdi memilih mengurungkan niatnya dan segera kembali ke kampung untuk memberi tahu warga sekitar.
Tak berselang lama, warga pun berdatangan dan sempat melakukan upaya penangkapan secara manual dengan menjerat buaya tersebut.
Sayangnya, jeratan yang mengenai bagian leher buaya tidak mampu menahan kekuatan hewan tersebut.
Tali jerat dilaporkan terputus, membuat buaya kembali bebas dan berenang menuju laut. Warga memperkirakan panjang buaya mencapai dua depa atau sekitar tiga meter.
Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Bhabinkamtibmas Desa Appatanah, AIPTU Hasmunandar, yang menerima laporan tersebut segera turun tangan dengan memberikan imbauan.
Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar Pantai Batu Ballang.
Masyarakat juga diminta tidak bertindak sendiri jika buaya kembali muncul, mengingat potensi bahayanya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan turut menegaskan agar warga tidak menganggap sepele keberadaan buaya di wilayah pesisir.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di pesisir, agar lebih berhati-hati dan menghindari lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan buaya. Jika kembali terlihat, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti bersama instansi terkait,” tegas Kapolres.
Kemunculan buaya ini mengingatkan warga pada insiden serangan buaya sebelumnya yang terjadi pada Oktober 2025 di Desa Patilereng, desa yang berbatasan langsung dengan Appatanah.
Saat itu, seorang anak bernama Muh. Ma’ruf (14) diserang buaya saat mencari ikan di Pantai Ngapaloka, Kecamatan Bontosikuyu.
Korban mengalami luka di bagian kepala dan harus dilarikan ke Rumah Sakit KH. Hayyung Selayar untuk mendapatkan perawatan medis.
Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Desa Patilereng memasang spanduk larangan berenang di kawasan Pantai Punagaan sebagai langkah pencegahan.
Rangkaian peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat pesisir Selayar bahwa ancaman satwa liar masih nyata.
Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan aparat menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.


Comment