Rutan Masamba Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Perkuat Pembinaan Spiritual WBP

warga binaan

Isra Mi'raj diikuti seluruh WBP Rutan Masamba yang beragama Islam. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Masamba — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba memperingati Hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan keagamaan di Masjid Al-Hijrah Rutan Masamba, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan ini diikuti seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis spiritual.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri Kepala Rutan Masamba, pejabat struktural, pegawai staf dan pengamanan, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), peserta magang, serta seluruh WBP muslim.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.15 WITA hingga selesai dalam suasana khidmat dan tertib.

Pelaksana Harian (Plh) Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Masamba, Hendra Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam proses pembinaan WBP.

Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam membentuk kesadaran diri dan perubahan perilaku warga binaan.

“Keikutsertaan warga binaan dalam kegiatan Isra Mi’raj ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang wajib diikuti serta menjadi salah satu unsur pendukung dalam program integrasi,” ujar Hendra dalam sambutannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. Muh. Nasir.

Dalam tausiyahnya, ia mengulas makna peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan spiritual yang penuh hikmah dan keteladanan.

Baca Juga :  Lapas Palopo Salurkan 10 Paket Sembako untuk Warga Sekitar, Wujud Kepedulian Sosial dan Pembinaan Humanis

Ustadz Muh. Nasir menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan bentuk penghiburan Allah SWT kepada Rasulullah SAW di tengah ujian berat yang dihadapinya.

Ia juga mengaitkan makna peristiwa tersebut dengan kondisi WBP yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Menurutnya, setiap ujian hidup, termasuk keterbatasan selama menjalani masa pidana, merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas iman.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan shalat sebagai sarana evaluasi diri dan pembentukan akhlak yang lebih baik.

“Shalat yang dijalankan dengan khusyuk akan berdampak langsung pada perubahan sikap dan perilaku seseorang,” tuturnya.

Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi momentum bagi WBP untuk meninggalkan kesalahan di masa lalu dan menata kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, Rutan Masamba terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku WBP.

Comment