Jejak di Perkebunan Alasa, Operasi Pencarian Lansia di Selayar yang Hilang Terus Diperluas

orang hilang

Tim SAR Gabungan bersama Personel Polsek Bonomatene Terus Lakukan Pencarian Lansia yang Hilang di Selayar. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Selayar — Waktu terus berjalan, namun jejak Abdul Wahab (70) masih belum terungkap. Lansia asal Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar itu telah empat hari dinyatakan hilang, menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Memasuki hari keempat pencarian, upaya tak kenal lelah kembali dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Di bawah komando langsung Kapolsek Bontomatene, Iptu Rahmat Saleh, operasi pencarian digelar sejak pagi hari, Sabtu (31/1/2026), menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan terakhir korban.

Pencarian diawali dengan apel persiapan dan pengecekan personel.

Dalam arahannya, Kapolsek menekankan pentingnya koordinasi lintas unsur serta ketelitian dalam setiap langkah pencarian, mengingat waktu yang terus bergulir tanpa kepastian.

“Hari ini kami memimpin langsung operasi pencarian bersama Tim SAR gabungan. Koordinasi dan kehati-hatian menjadi penekanan utama agar setiap jengkal wilayah bisa disisir secara maksimal,” ujar Iptu Rahmat Saleh.

Kekuatan pencarian pada hari keempat ini diperkuat dengan tambahan personel.

Unsur Polsek Bontomatene, Basarnas Pos Selayar, petugas Binmas, serta masyarakat setempat yang mengenal medan turut bergabung.

Untuk memaksimalkan hasil, tim dibagi menjadi empat regu dengan wilayah tugas yang berbeda.

Baca Juga :  Api Melahap Rumah Penjual Nasi Kuning di Bulukumba, Lima Penghuni Selamat

Regu pertama melakukan penyisiran intensif di wilayah Alasa, memeriksa area perkebunan dan jalur yang kerap dilalui warga.

Regu kedua bergerak di wilayah Barubasa, menyisir titik-titik yang dianggap rawan dan tersembunyi.

Regu ketiga menyusuri wilayah Tanaera dengan vegetasi yang lebih rapat, sementara regu keempat memantau dan menyisir wilayah Tubo’dong.

Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi mengungkapkan bahwa laporan orang hilang diterima dari keluarga korban pada Selasa malam.

“Kami menerima laporan dari anak korban pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. Informasi awal menyebutkan korban meninggalkan rumah pada Minggu siang menuju rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya, namun tidak pernah tiba di lokasi,” jelasnya.

Menurut Ronaldhi, keterangan warga menyebutkan korban terakhir kali terlihat di sekitar area perkebunan Alasa, Desa Tanete.

Informasi tersebut menjadi dasar penentuan titik awal pencarian sebelum operasi diperluas ke wilayah lainnya berdasarkan laporan lanjutan masyarakat.

Hingga pencarian hari keempat berakhir, Abdul Wahab belum berhasil ditemukan. Meski demikian, harapan belum padam.

Operasi SAR dipastikan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan tetap mengedepankan keselamatan personel serta memperkuat koordinasi antarunsur demi menemukan korban.

Comment