Rusak dan Sering Makan Korban, Warga Darubiah Bulukumba Patungan Bangun Jalan Desa

jalan cor

Puluhan Warga Desa Darubiah Secara Swadaya Memperbaiki Jalan Rusak. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Warga Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, secara swadaya membangun jalan cor beton sepanjang 500 meter di jalur Poros Bira menuju Pantai Marumasa.

Jalan sepanjang 500 meter di jalur Poros Bira menuju Pantai Marumasa kini telah rampung dicor dan siap digunakan masyarakat serta wisatawan.

Pembangunan jalan beton itu dilakukan dari arah jalan nasional hingga bibir Pantai Marumasa.

Jalan tersebut merupakan akses utama bagi ratusan warga yang bermukim di sepanjang jalur itu sekaligus jalur wisata menuju salah satu destinasi pantai di Bulukumba.

Penggerak pembangunan jalan, Andi Abidin, mengatakan pembangunan dilakukan murni dari hasil patungan dan gotong royong masyarakat setempat.

Warga mengumpulkan material secara mandiri sebelum bersama-sama mengerjakan pengecoran jalan.

“Kami patungan kumpulkan material lalu kami bangunkan jalan cor beton,” ujar Andi Abidin sambil menunjuk batas pekerjaan dan ketebalan jalan cor saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/1/2026).

Menurut warga, inisiatif membangun jalan tersebut muncul karena kondisi jalan sebelumnya rusak parah dan telah lama membahayakan pengguna jalan.

Tokoh masyarakat setempat, Andi Asri, menyebut banyak warga yang terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak.

“Sudah banyak warga yang terjatuh di jalan ini, makanya kami berinisiatif bangun sendiri. Kalau dibiarkan, nanti tambah banyak korban,” kata Andi Asri.

Ia juga mengungkapkan bahwa pernah ada wisatawan mancanegara yang terjatuh dan mengalami luka akibat jalan rusak tersebut.

Baca Juga :  Sudah Beroperasi Sejak Januari, SPPG Polres Bulukumba Akhirnya Diresmikan Presiden

Peristiwa itu, kata dia, menimbulkan rasa malu sebagai warga negara karena tamu asing menjadi korban infrastruktur yang tidak layak.

Pembangunan jalan tersebut dikerjakan secara gotong royong selama hampir satu bulan, terhitung sejak 18 Desember 2025 dan rampung pada 15 Januari 2026.

Proyek swadaya ini menghabiskan sekitar 1.200 zak semen serta puluhan truk pasir dan batu kerikil cipping.

Dalam prosesnya, seluruh elemen masyarakat terlibat sesuai peran masing-masing.

Ada warga yang menyumbang bahan bangunan, ada yang membantu tenaga, hingga yang bertugas menyiapkan logistik.

Kaum ibu rumah tangga turut berperan dengan menyiapkan makanan bagi para pekerja setiap hari.

“Semua bergerak, karena kita ingin jalanan ini mulus untuk kepentingan umum dan juga karena pahala di sisi Allah,” tutur Andi Asri.

Selain itu, sejumlah warga juga berinisiatif menggalang dukungan dana dari perantau asal Desa Darubiah yang berada di luar daerah.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli material tambahan. Kini, jalan cor beton tersebut telah selesai dan dapat dilalui kendaraan dengan aman.

Comment