Hilang Sejak Tiga Hari Lalu, Pelajar SMK Parepare Ditemukan Mengapung di Pantai

tenggelam

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam Seorang Pelajar SMK di Parepare. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Parepare — Harapan keluarga dan warga Parepare untuk menemukan Muhammad Ikmar (17) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, pelajar SMK tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Pantai Tonrangeng, Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Senin (12/01/2026) siang.

Jenazah Ikmar ditemukan sekitar pukul 11.07 Wita di sebuah cerukan pantai. Tubuh korban terlihat mengapung tertelungkup dan tersangkut di bebatuan, tak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

“Jam 11.07 WITA jenazah berhasil kita temukan di dalam cerukan pantai yang sebelah kanan dari arah sini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdi Gery, Senin (12/1/2026).

Penemuan jasad korban bermula dari teriakan seorang warga yang melihat tubuh mengapung di sekitar pantai. Namun, informasi tersebut sempat tidak langsung direspons oleh tim SAR gabungan.

“Tadi informasi penyampaian warga itu sekitar jam 11 siang. Awalnya kita abai terhadap informasi itu, tapi karena teriakan terus dari warga, akhirnya kita bergerak menuju ke lokasi,” ungkap Rasdi.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mengalami perubahan signifikan. Kulit tubuh korban tampak mengelupas dan tubuhnya membengkak akibat terlalu lama berada di air laut.

“Korban ini ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Badannya sudah mengelupas dan agak bengkak,” jelasnya.

Korban dikenali melalui pakaian yang dikenakannya, yakni kaus berwarna biru navy dan celana pendek putih.

Rasdi juga mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan sebenarnya telah menyisir area tersebut sejak pagi hari. Namun, jasad korban diduga baru terdampar beberapa jam kemudian.

“Sekitar jam 8 lewat, tim sisir sudah berada di lokasi ini, tapi belum ditemukan. Kami perkirakan jenazah naik ke pantai antara jam 9 sampai jam 10,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim, menyebut jarak penemuan korban sekitar 200 meter dari titik awal korban tenggelam.

“Informasi awal kami terima dari warga, kemudian dilakukan pengecekan. Jarak ditemukannya kurang lebih 200 meter dari lokasi tenggelam korban,” ujar Agus.

Usai ditemukan, jasad Ikmar langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke darat dan dibawa ke Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Andi Makkasau untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di kawasan pantai tanpa pengawasan yang memadai.

Comment