BERITA.NEWS, Parepare – Harapan keluarga dan rekan korban masih menggantung di ufuk Pantai Lumpue. Memasuki hari kedua pencarian, siswa SMK Negeri 2 Parepare yang dilaporkan tenggelam akibat terseret arus laut hingga kini belum juga ditemukan.
Tim SAR gabungan terus berjibaku menyisir wilayah pesisir dan perairan Pantai Lumpue, Parepare, dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan peralatan yang tersedia.
Upaya pencarian tim SAR gabungan dilakukan secara maksimal, baik dari laut, darat, hingga udara.
Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim, mengungkapkan bahwa pencarian hari kedua difokuskan pada penyisiran laut dengan sejumlah armada.
“Kami memaksimalkan pencarian hari ini menggunakan perahu karet dari Basarnas, perahu karet BPBD, sekoci dari Dit Polairud, serta perahu karet dari Pos Angkatan Laut Pinrang,” ujar Agus, Minggu (11/01/2026).
Tak hanya dari laut, penyisiran darat juga dilakukan secara intensif. Tim SAR gabungan dibagi menjadi lima kelompok untuk menyisir garis pantai dengan area cakupan sejauh dua kilometer.
“Sementara tim laut melakukan pencarian hingga dua nautical mile ke tengah laut,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan, pemantauan udara turut dikerahkan. Sebuah drone milik Pos Angkatan Laut Pinrang digunakan guna memantau area yang sulit dijangkau secara langsung.
“Kami gunakan drone untuk menutup area-area blind spot agar pencarian lebih efektif,” tambah Agus.
Meski cuaca pada hari kedua terpantau cerah, tantangan di lapangan masih besar. Ketinggian gelombang laut dilaporkan tetap mencapai 2,5 meter, sama seperti kondisi pada hari pertama pencarian.
“Faktor cuaca masih menjadi kendala utama. Pada hari pertama kami sempat diterpa hujan dan angin kencang, dan hingga hari ini ombak masih cukup tinggi,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.
Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dilanjutkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan, sementara keluarga korban masih menunggu dengan cemas di tepi pantai.


Comment