BERITA.NEWS,Makassar- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengingatkan Pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi.
Apalagi ditengah kondisi cuaca curah hujan berpotensi lebat dengan level peringatan Siaga dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah IV untuk beberapa daerah, seperti Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa dan Takalar per 8-10 Januari.
Poin ini menjadi perhatian BPBD Provinsi Sulsel saat menerima audiensi Pemda Barru yang dihadiri Ketua DPRD dan BPBD Barru bahas kesiapan menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi tersebut. Rabu (7/1/2026).
Sekretaris BPBD Sulsel Devo Khadafi saat menerima langsung audiensi menyikapi soal antisipasi kebencanaan Pemerintah tidak boleh diam, meski ditengah kondisi keterbatasan anggaran.
“Iya walaupun anggaran terbatas kita tidak boleh diam, bangun terus koordinasi dan konsolidasi dengan semua pihak, instansi vertikal hingga ke perusahaan bangun kerjasama,” ucapnya.
Devo menyebut Kabupaten Barru menjadi salah satu daerah yang potensi bencana Hidrometeorologi sering terjadi di Sulsel, seperti Banjir dan Tanah Longsor, sehingga perlu atensi khusus pemerintah terkait kesiapan.
“Kami juga minta agar BPBD menyampaikan apa bantuan yang mereka butuhkan untuk respon cepat untuk evakuasi warga ketika terjadi bencana.
Kami juga mendorong bagaiamana caranya ada pelibatan csr perusahaan yang ada di Barru untuk membantu dampak bencana yang terjadi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Devo mengatakan dalam pertemuan itu Pemda Barru menyampaikan beberapa kebutuhan apabila terjadi bencana, seperti sarana dan prasarana, salah satunya mobil tangki air bersih.
Hanya saja, ia menyoroti minimnya atensi Pemda Barru dalam hal anggaran darurat bencana. Hasil pertemuan itu terungkap tidak ada anggaran dana logistik yang dialokasikan.
“DPRDnya kami minta mereka mengawal agar anggaran logistiknya ini tidak nol,” tegas Devo.
“Kami juga ingatkan imbauan bmkg waspada sampai tanggal 10 masuk dalam resiko merah atau awas termasuk di kabupaten Barru,” lanjutnya.
Pada kesmepatan itu, BPBD Sulsel juga memperlihatkan kesiapan ruangan Pusat Pengendalian Operasi bantuan dari BNPB nantinya akan terkoneksi dengan BMKG apabila terjadi bencana.


Comment