BERITA.NEWS, Bulukumba — BPBD Bulukumba merilis data mengejutkan soal 77 peristiwa bencana yang terjadi sepanjang 2025, dengan ribuan warga ikut terdampak.
Rilis tersebut dipaparkan pada Selasa (6/1/2026) dan menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris mengungkapkan bahwa jenis bencana yang terjadi cukup beragam sepanjang tahun berjalan.
Dari hasil rekapitulasi, kejadian pohon tumbang tercatat sebagai kasus terbanyak, disusul kebakaran serta operasi pencarian dan evakuasi korban.
Meski jumlah kejadian dinilai menurun dibanding tahun sebelumnya, dampak kerusakan yang ditimbulkan tetap signifikan terhadap kondisi sosial dan lingkungan warga.
Dalam keterangannya, Abd Haris merinci 22 kasus pohon tumbang, 18 kebakaran, 13 operasi pencarian, 9 angin kencang, 9 tanah longsor, dan 6 peristiwa banjir.
Yang mengejutkan, jumlah banjir memang lebih sedikit, namun dampaknya terhadap populasi manusia justru paling besar, dengan total 3.509 jiwa terdampak.
“Totalnya ada 77 peristiwa bencana sepanjang 2025, jumlah warga terdampak mencapai 3.509 jiwa,” ujar Abd Haris.
Secara tren statistik, angka bencana tersebut mengalami penurunan signifikan dibanding 2024 yang mencapai 177 peristiwa dan tahun 2023 yang tembus 354 kejadian.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) telah lebih dulu menginstruksikan kesiapsiagaan penuh sejak akhir 2025.
Menurutnya, letak geografis Bulukumba yang diapit sungai, perbukitan, dan wilayah pesisir membuat daerah ini sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Andi Utta menegaskan bahwa perilaku manusia menjadi faktor penentu dalam memperparah ataupun mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut.
Kerusakan lingkungan dan kebiasaan membuang sampah sembarangan disebut sebagai pemicu utama terjadinya banjir dan bencana serupa di musim penghujan.
“Kalau lingkungan tidak dijaga, sungai penuh sampah dan hutan rusak, cepat atau lambat bencana akan datang,” tegas Andi Utta.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air serta melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar sebagai bentuk mitigasi dini.


Comment