BERITA.NEWS, Sinjai — Di tengah semarak perayaan Natal, denyut pasar tradisional Sinjai terasa berbeda. Bukan hanya aktivitas jual beli yang menggeliat, tetapi juga kehadiran aparat penegak hukum yang bergerak tenang namun pasti.
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sinjai bersama sejumlah instansi terkait turun langsung memantau harga kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Sentral Sinjai, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (25/12/2025).
Dipimpin Kaur Bin Ops Reskrim Polres Sinjai IPDA Sapri Basri bersama Kanit Tipidter IPDA Surahmat, tim gabungan tersebut menyusuri lorong demi lorong pasar.
Tatapan mereka tertuju pada etalase beras, gula, minyak goreng, telur, daging, cabai, hingga bawang komoditas vital yang kerap menjadi pemicu kecemasan masyarakat di momen hari besar keagamaan.
Di balik aktivitas yang tampak biasa, operasi ini memuat misi penting, memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Tahun Baru 2026.
Sejumlah pedagang diajak berdialog, distribusi barang ditelusuri, dan perkembangan harga dicermati satu per satu. Semua dilakukan agar tidak ada ruang bagi spekulasi maupun permainan harga.
Hasil pemantauan membawa angin lega. Stok bahan pokok di Kabupaten Sinjai dinyatakan aman dan mencukupi.
Tidak ada indikasi kelangkaan, dan harga komoditas secara umum masih berada pada batas wajar. Masyarakat pun dapat melanjutkan perayaan Natal tanpa rasa was-was.
Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar, melalui Kasat Reskrim Polres Sinjai IPTU Adi Asrul, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi kebutuhan dasar rakyat.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan, kualitas, serta stabilitas harga bahan pokok. Kami ingin masyarakat merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru dengan aman dan nyaman, tanpa kekhawatiran lonjakan harga,” ujarnya.
Tak hanya memantau, petugas juga mengingatkan para pedagang dan tengkulak agar tidak bermain curang.
Praktik penimbunan diperingatkan keras bahwa hukum akan bertindak tegas bila ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Di tengah hiruk pikuk pasar dan momentum keagamaan, operasi ini menjadi pagar sunyi yang menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Harapannya sederhana namun bermakna: harga tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan Sinjai melangkah ke tahun baru dengan situasi yang aman dan kondusif.


Comment