Lapas Makassar Gelar Ibadah Natal dan Serahkan Remisi kepada 49 Warga Binaan

natal

BERITA.NEWS, Makassar — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar menggelar Ibadah Natal yang dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Khusus Natal kepada 49 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di Gereja Lapas Makassar.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita sebagai bagian dari pemenuhan hak beribadah sekaligus pembinaan kepribadian warga binaan.

Penyerahan remisi dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, yang turut mengikuti rangkaian ibadah bersama warga binaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Kanwil Pemasyarakatan Sulsel, Kepala Lapas Makassar Sutarno, perwakilan Kementerian Agama Kota Makassar, perwakilan GPIB Bahtera Kasih, serta sejumlah Kepala UPT Pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Rudy Fernando Sianturi menegaskan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif dan kepatuhan selama menjalani masa pembinaan.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi apresiasi atas komitmen mengikuti program pembinaan. Momentum Natal diharapkan menjadi penguat iman dan motivasi untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Makassar Sutarno menyatakan bahwa kegiatan ibadah Natal dan pemberian remisi merupakan wujud komitmen dalam menjamin hak-hak dasar warga binaan, khususnya hak beribadah dan memperoleh pengurangan masa pidana sesuai ketentuan.

Ia menyebut kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan pembinaan yang humanis dan mendukung proses reintegrasi sosial.

Ibadah Natal diikuti pegawai Lapas, warga binaan, serta keluarga WBP yang hadir secara langsung. Suasana kebersamaan terasa sepanjang rangkaian ibadah yang mengusung pesan kasih, pengampunan, dan harapan akan perubahan ke arah lebih baik.

Usai penyerahan remisi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial bagi warga binaan yang tidak pernah mendapat kunjungan keluarga.

Selain itu, Lapas Makassar juga menyerahkan penghargaan kepada Kementerian Agama Kota Makassar dan GPIB Bahtera Kasih atas dukungan dalam program pembinaan kerohanian.

Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah antara warga binaan, keluarga, dan petugas Lapas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Makassar menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan pembinaan berlandaskan nilai kemanusiaan, toleransi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Comment